85 Ribu Anak Meninggal karena Kelaparan di Yaman

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Ankara, era.id - Organsiasi HAM Save the Children menyatakan, sebanyak 85.000 anak yang berusia di bawah lima tahun telah meninggal akibat kelaparan sejak perang meletus di Yaman. 

Dilansir dari Antara, Kamis (20/11/2018), dari data yang dikumpulkan oleh PBB, organisasi itu mendapati, antara April 2015 dan Oktober 2018, sebanyak 84.701 anak yang berusia di bawah lima tahun meninggal akibat kasus gizi buruk sangat akut --atau kelaparan.

PBB telah memperingatkan, sebanyak 15 juta orang terancam kelaparan, dan kata Save the Children, jumlah itu telah meningkat dramatis sejak koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memberlakukan blokade selama satu bulan atas Yaman sejak setahun lalu.

Sejak itu, impor barang komersial melalui pelabuhan utama Yaman di Al-Hudaydah telah merosot sampai lebih dari 55.000 metrik ton per bulan, kata kelompok tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu.

"Setiap kemerosotan impor lebih lanjut diduga dapat secara langsung mengakibatkan kelaparan," demikian peringatan Save the Children.

Direktur Save the Children di Yaman, Tamer Kirolos mengatakan, organisasi tersebut terkejut dengan jumlah anak yang mungkin telah meninggal akibat kelaparan parah ini.

"Untuk setiap anak yang meninggal akibat bom dan peluru, puluhan anak kelaparan hingga meninggal dan itu sepenuhnya bisa dicegah," kata dia

"Anak-anak yang meninggal dengan cara ini sangat menderita sebab fungsi organ penting mereka melambat dan akhirnya berhenti. Sistem kekebalan tubuh mereka sangat lemah sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi dan sebagian bahkan sangat lemah sehingga tidak bisa menangis. Orang tua harus menyaksikan anak-anak mereka tak bisa diselamatkan; mereka tak bisa berbuat apa-apa," tambahnya.

Perang, blokade dan birokrasi di Al-Hudaydah telah memaksa kelompok itu membawa pasokan penting untuk bagian utara negeri tersebut, melalui Kota Pelabuhan Aden di Yaman Selatan. 

Menurut PBB, Yaman adalah krisis kemanusiaan paling buruk di dunia. Saat konflik itu memasuki tahun keempatnya, sebanyak 14 juta orang di Yaman, atau separuh dari seluruh penduduk negeri tersebut, menghadapi ancaman kelaparan.

Tag: hari perempuan internasional peristiwa langka

Bagikan: