Empat Petempur di Yaman Tewas Akibat Bentrokan Antara Pasukan Separatis

| 03 Oct 2021 14:05
Empat Petempur di Yaman Tewas Akibat Bentrokan Antara Pasukan Separatis
Ilustrasi pasukan tempur (Unsplash/Specna Arms)

ERA.id - Bentrokan di antara anggota separatis Dewan Transisi Selatan (STC) pada Sabtu (2/10/2021) di Kota Aden, Yaman, menewaskan sedikitnya empat petempur sebelum kendaraan lapis baja dikerahkan, menurut sumber keamanan.

Warga melaporkan ada suara tembakan sengit sepanjang hari di distrik pusat Aden, Crater (Sirah), tempat kantor pusat pemerintah dan bank sentral berada.

Kota pelabuhan itu telah sekian lama diwarnai ketegangan, antara pemerintah yang diakui masyarakat internasional dan STC, dalam perebutan kendali di wilayah selatan negara itu.

Perdana menteri pemerintah yang didukung Saudi kembali ke Aden minggu lalu dari Arab Saudi dan tinggal di istana presiden di pusat kota Aden bersama para menteri lainnya.

Presiden Yaman sendiri saat ini berbasis di Riyadh.

"Kami meminta warga di Crater untuk tetap di rumah selama beberapa jam ke depan saat pasukan keamanan dan kontraterorisme membersihkan kota dari beberapa ... penjahat," kata unit Pasukan Keamanan STC di Twitter.

Kendaraan-kendaraan lapis baja memasuki daerah itu, kata warga.

Perebutan kekuasaan antara pemerintah dan STC, yang didukung Uni Emirat Arab, melumpuhkan Yaman selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat melakukan aksi unjuk rasa atas kemiskinan yang meluas dan layanan publik yang buruk.

Saat ini, pemerintah yang didukung Arab Saudi menguasai sebagian besar Yaman utara dan pusat kota utama.

Riyadh menengahi kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri kebuntuan antara pemerintah dan STC, termasuk membentuk kabinet baru yang mencakup separatis.

Sementara itu, pemindahan pasukan yang direncanakan oleh kedua belah pihak di luar Aden dan daerah selatan lainnya belum terlaksana.

Koalisi melakukan intervensi di Yaman pada 2015 untuk melawan Houthi. Namun, konflik terus berlanjut dan menewaskan puluhan ribu orang serta mendorong negara itu ke ambang kelaparan.

Rekomendasi