Plintat-plintut Jusuf Kalla

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Bappenas)

Jakarta, era.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla berbeda sikap menanggapi menterinya yang mendua. Dia 'mempersilakan' Airlangga Hartarto rangkap jabatan, tapi menyarankan Khofifah Indar Parawansa mundur karena keliatan sibuk ngurusin Pilkada Jawa Timur.

Sebulan lalu, Kalla menyentil Khofifah Indar Parawansa yang dianggap berpolitik di hari kerja sehingga tak fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial. Dia menyarankan Khofifah mundur saja dari kabinet agar fokus menyiapkan diri sebagai bakal calon gubernur.

“Kalau sibuk urusan itu (pilkada), tentu mengurangi waktunya untuk kegiatan-kegiatan formal," kata Kalla saat itu.

Khofifah sudah meminta izin Presiden Joko Widodo untuk bertarung pada Pilkada Jatim 2018 didampingi Emil Elestianto Dardak. Dukungan dari Golkar dan Demokrat sudah cukup untuk Khofifah-Emil mendapat tiket jadi cagub Jatim. 

Tapinya, respons Kalla berbeda pada Airlangga. Nama terakhir ini jadi Ketua Umum Partai Golkar saat masih duduk manis sebagai Menteri Perindustrian. Kalla tidak melihat rangkap jabatan Airlangga sebagai masalah karena yakin menterinya itu bisa menjalankan dua tugas bersamaan.

Padahal nih ya, tugas Airlangga berat banget lho. Dia mimpin partai yang lagi dalam masa pemulihan dari masalah. Setelah lepas dari rumitnya dualisme kepemimpinan, Golkar merana karena Ketua Umumnya, Setya Novanto, ditahan KPK karena kasus korupsi e-KTP. Untung aja peralihan kepemimpinan dari Novanto ke Airlangga enggak segaduh sebelumnya. Meski begitu, Airlangga harus merampungkan sederet tugas yang boleh jadi menentukan nasib Golkar pada Pemilu 2019.

Selain mengevaluasi kepengurusan, Airlangga harus merapikan rekomendasi figur yang akan didukung Golkar di171 pilkada tahun ini. Untuk soal pilkada saja, jumlahnya jauh dibanding Khofifah yang hanya menyiapkan pertempuran di Jatim.

Kenapa Pak Wapres beda sikap ya? Padahal menteri lainnya langsung nonaktif dari partai karena sejak awal Presiden Joko Widodo minta menterinya tak rangkap jabatan.

“Waktu saya Wapres dulu, malah ketua partai juga. Tidak bermasalah," kata Kalla, di Jakarta, Rabu (20/12) lalu.

Tag: jusuf kalla

Bagikan: