Kapolri Mutasi Jenderal yang Maju ke Pilkada

Tim Editor

Budi Gunawan (Arno/era.id)

Jakarta, era.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memutasi tiga jenderal bintang dua yang akan maju di Pilkada serentak 2018. Keputusan itu tertulis dalam Telegram Rahasia (TR) bernomor ST/15/I/2018. 

Mereka yang dimutasi antara lain, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Anton Charliyan, dan Komandan Korps Brigade Mobil Polri Irjen Murad Ismail.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan mutasi tersebut merupakan rangkaian tour of duty, pensiun dan pengunduran diri untuk yang bertarung di Pilkada 2018.

"Ya (untuk mengakomodir personel Polri yang ikut Pilkada 2018)" ujar Iqbal melalui pesan singkat, Jumat (5/1/2018).

Anton menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri, Safarudin menjadi Perwira Tinggi Baintelkam Polri dalam rangka pensiun dan Murad mengisi jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.

Meski ketiga orang tersebut sudah meminta izin ke Kapolri, namun hanya Murad Ismail yang sudah dapat dukungan partai politik. Murad akan bertarung di Pilgub Maluku sebagai bakal calon gubernur dengan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan Safaruddin dikabarkan akan maju sebagai bakal calon gubernur diPilgub Kalimantan Timur dan Anton akan mengincar posisi bakal calon wakil gubernur di Pilgub Jawa Barat.

Selain itu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Budi Gunawan juga terkena mutasi. Budi dimutasikan sebagai Perwira Tinggi Badan Intelejen Keamanan (Baintelkam) Polri dalam rangka pensiun. Meski pensiun dari dinas Polri, Budi tetap menjabat sebagai kepala BIN.

"Ya (tetap kepala BIN)" lanjut Iqbal.

Tag: polri

Bagikan: