Ribut NIK WNA Masuk DPT, Ternyata Cuma Salah Input

Tim Editor

Konferensi Pers Dirjen Dukcapil membahas tentang kepemilikan KTP-el oleh WNA (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Geger di media sosial soal dugaan nomor induk kependudukan (NIK) seorang warga negara asing (WNA) asal China bernama Gouhui Chen yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Anehnya, saat ditelusuri di laman pencarian DPT, NIK tersebut memang muncul, namun tertera atas nama Bahar warga Cianjur. Hal ini menimbulkan kecurigaan warganet, jangan-jangan WNA ini nanti bisa datang ke TPS dengan menyerahkan NIK untuk mencoblos.


Ilustrasi (istimewa)

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh merasa perlu meluruskan hal ini. Ia mengklarifikasi bahwa ada kesalahan input satu angka dalam pengisian DPT oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur.

"NIKnya Chen asli, KTP Chen asli. Yang keliru adalah datanya (DPT) Bahar, inputnya menggunakan data Chen," tutur Zudan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2019).

Artinya, kata Zudan, pada DPT Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU, NIK 3203012503770011 digunakan atas nama Bahar yang seharusnya NIK itu milik Chen. Sementara itu, NIK Bahar adalah 3203011002720011 yang diterbitkan sejak tanggal 20 Oktober 2018, sebagaimana tercantum dalam DP4 Pilkada tahun 2018 dan DP4 Pemilu 2019.

"Saudara Bahar melakukan perekaman KTP elektronik tanggal 4 September 2012. NIK yang benar atas nama Bahar 3203011002720011 tidak ditemukan dalam DPT," kata dia.

Lagipula, Zudan bilang bahwa Chen tidak akan bisa mendapatkan hak pilih. Kenapa? Kalau benar WNA tersebut datang untuk mencoblos dengan syarat membawa KTP dengan keterangan asal negara China, meski NIK-nya masuk DPT, ia akan ditolak oleh pegawai KPPS di TPS. Mengingat, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyatakan WNA tidak punya hak pilih.

"Jadi, bukan Pak Chen yang bisa nyoblos. Yang nyoblos tetap Pak Bahar, karena syarat untuk mencoblos dalam kriteria pertama adalah harus WNI, inilah konfigurasi yang harus saya jelaskan," pungkasnya.

Tag: korupsi e-ktp

Bagikan: