Krisis Pangan di Kuba, Burung Unta dan Hutia Jadi Usulan Konsumsi

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Kuba, era.id - Kuba mengalami krisis pangan. Daging dan telur kian sulit diperoleh di negara yang dikuasai Komunis tersebut dalam beberapa bulan belakangan akibat kemerosotan ekonomi. 

Sejumlah usulan pun muncul untuk mengatasi masalah ini. Yaitu melirik potensi burung unta khas Afrika, dan hutia--hewan pengerat asli Kuba yang dapat memilki berat 8,5 kilogram.

"Satu burung unta mengeluarkan 60 telur, dan dari jumlah itu orang bisa memperoleh 40 burung unta betina, dan dari 40 hewan betina per tahun orang bisa memperoleh empat ton daging --sedangkan sapi cuma melahirkan satu anak dan setelah satu tahun hewan itu masih muda," kata Guillermo Garcia Frias.


Burung unta (Pixabay)

Garcia Frias (91) adalah peraih bintang kehormatan komandan revolusi sebagai mantan gerilyawan dalam revolusi Kuba 1959 dan memimpin perusahaan negara Flora dan Fauna, yang mengembangkan tujuh peternakan burung unta. Ia berbicara masalah iini pembahasan meja bundar yang ditayangkan televisi negara pekan lalu.

Untuk Hutia, dia menilai hewat tersebut memiliki kadar protein yang tinggi daripada daging hewan lain dan memiliki bulu yang berkualitas tinggi. 


Hutia Kuba (Foto: dictio.id)

Usulan ini menjadi perbincangan di media sosial di Kuba. Di dalam salah satu meme, seorang warga Kuba tiba di rumahnya dengan membawa burung unta hidup yang ia dapat melalui kartu jatah negara. Di dalam meme lain, sekelompok burung dari Kuba tiba di perbatasan Meksiko-AS untuk mencari suaka.

Rakyat Kuba juga berkelakar bahwa negara mungkin memberi mereka burung unta per rumah tangga, seperti yang dilakukan pada ayam selama depresi ekonomi parah 1990-an, setelah bubarnya bekas donatur Kuba, Uni Sovyet.

"Mereka mesti memusatkan perhatian pada ayam, makanan pokok mendasar yang telah hilang, dan bukan pada sesuatu yang sangat tidak biasa," kata Elizabeth Perez (22), mahasiswi hukum yang mengatakan ia sudah tidak bisa menemukan ayam di pasar swalayan selama satu bulan.

Burung unta sudah diternakkan di seluruh dunia, terutama Afrika Selatan. Di Amerika Serikat, hewan tersebut seringkali disajikan sebagai makanan mewah dan bukan makanan pokok.

Buat sebagian orang, pernyataan Garcia Frias mengingatkan mereka mengenai proyek rekayasa genetika mendiang Fidel Castro untuk memproduksi sapi yang menghasilkan banyak susu.

Sapi Castro, Ubre Blanca atau Ambing Putih masuk Guinness Book of Records sebagai sapi yang menghasilkan susu paling banyak --per hari 110 liter. Anak sapi itu tidak terlalu produktif sehingga percobaan itu dihentikan.

Kuba mengimpor 60 sampai 70 persen makanannya akibat perencanaan sentral yang tidak memadai mengenai ekonomi yang dikelola negara dan dampak dari beberapa dasawarsa embargo dagang AS.

Tag: hari perempuan internasional kemiskinan gizi buruk

Bagikan: