Teroris yang Ditangkap di Bekasi Gunakan Wi-Fi untuk Pemicu Bom

| 10 May 2019 18:18
Teroris yang Ditangkap di Bekasi Gunakan Wi-Fi untuk Pemicu Bom
Ilustrasi (era.id)
Jakarta, era.id - Terduga teroris EY (27) yang ditangkap Rabu (8/5) di Bekasi, Jawa Barat, melakukan modifikasi modern untuk pemicu bom yang dibuatnya. Berdasarkan pemeriksaan polisi, bom ini menggunakan jaringan Wi-Fi sebagai pemicunya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, para pelaku akan melakukan aksi di tengah kerumunan massa demonstrasi di KPU pada 22 Mei, saat pengumuman hasil Pemilu Presiden 2019.

Para pelaku, kata dia, menyiapkan alat ini karena sudah memperkirakan di lokasi kejadian akan terjadi jammer sinyal. 

"Oleh karenanya dia sudah memodifikasi 'switching' bomnya dengan menggunakan 'router'," ujar Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, dilansir Antara, Jumat (10/5/2019).

Dia menambahkan, sampai saat ini belum ada alat pengacak sinyal yang dapat menghalangi jaringan Wi-Fi, apalagi dengan booster jaringan yang dipancarkan Wi-Fi radiusnya semakin luas.

"Dengan menggunakan router seperti ini dia radiusnya menjadi 500 meter, tambah lagi penguatnya, dia bisa radiusnya hingga satu kilometer," ucap Dedi Prasetyo.

Strategi yang digunakan dapat meletakkan beberapa ransel berisi bom di kerumunan massa dan meledakannya dari jarak satu kilometer dengan menggunakan gawainya.

Peledakan bom dapat dilakukan satu per satu atau serta merta, tetapi hingga kini masih didalami.

Setelah menangkap EY dan anggota kelompoknya berinisial YM pada Rabu, Densus masih memburu anggota kelompoknya yang lain.

"Densus 88 usaha semaksimal mungkin sebelum tanggal 22 Mei diharapkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini, tidak ada aksi terorisme," kata dia.

Rekomendasi