Gagal Selesaikan Brexit, Theresa May Mundur dari PM Inggris

Tim Editor

Perdana Menteri Inggris, Theresa May (Twitter @10DowningSteet)

Jakarta, era.id - Theresa May, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris pada Jumat (24/5) waktu setempat. Keputusannya ini diambil setelah mekanisme Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit tidak juga disepakati parlemen.

Melansir dari The Guardian, May menyatakan akan benar-benar berhenti memimpin Inggris pada 7 Juni mendatang. Otomatis, perempuan berusia 62 tahun itu tidak akan lagi jadi pemimpin Partai Konservatif Inggris.

"Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Unionis pada Jumat, 7 Juni, dan seorang pengganti dapat dipilih," kata May di luar kediamannya di 10 Downing Street, kutip era.id, Sabtu (25/5/2019).

Mengakhiri pidatonya yang penuh emosional, suara May terdengar bergetar. "Saya akan segera meninggalkan pekerjaan yang menjadi kehormatan dalam hidup saya," lanjutnya. 
 

Theresa May sendiri adalah pendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa pada referendum 2016. Dia menjadi perdana menteri di tengah perdebatan soal bagaimana Inggris akan keluar dari Uni Eropa.

Semenjak itu, parlemen di London menghadapi perpecahan soal hubungan Inggris dengan Eropa pasca Brexit. Sementara Eropa telah menutup pintu negosiasi sepenuhnya jika Brexit rampung pada November mendatang.

"Saya melakukannya tanpa niat buruk, tapi dengan rasa terima kasih yang besar dan abadi atas kesempatan untuk mengabdi pada negara yang saya cintai," ujarnya. 
 

May memang sedang menghadapi tekanan dari Partai Konservatif untuk mundur setelah Kesepakatan Brexit ditolak tiga kali oleh Parlemen Inggris, termasuk oleh anggota Partai Konservatif. Dalam pidato pengunduran dirinya yang emosional, May mengaku menyesal tidak mampu menyelesaikan isu Brexit.

"Ini masih dan akan terus menjadi penyesalan terbesar bagi saya, bahwa saya tidak bisa menyelesaikan Brexit," kata May dengan suara bergetar.
 

Tag: parlemen inggris

Bagikan: