Hari Jadi Kota Bandung dan Modernisasi Upacara Adat Sunda Lengser

Tim Editor

Aki Lengser (Foto: wikimedia.org)

Jakarta, era.id - Upacara adat Sunda, lengser, menyambut perayaan hari jadi Kota Bandung yang ke-209. Upacara ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kota Bandung melestarikan budaya Sunda.

"Kita ingin terus menjaga budaya lokal. Apabila ini tidak dibiasakan nanti bisa hilang. Oleh karenanya harus tetap eksis," kata Wali Kota Bandung Oded M. Danial, lewat siaran pers yang bandung.go.id dari Rabu (25/9/2019).

Upacara lengser atau Aki lengser merupakan sosok yang biasanya memimpin rombongan penari. Ia digambarkan sebagai sosok kakek bungkuk berambut putih yang biasanya menggunakan pangsi dan komprang  (pakaian adat Sunda), ditambah dengan ketopong (ikat kepala khas Sunda) yang selalu ia kenakan. 

Kedatangannya selalu mengundang gelak tawa dan sorak-sorai penonton. Setiap Aki lengser datang, biasanya selalu disusul oleh sosok Ambu yang merupakan istrinya. Kehadirannya menambah ramai pergelaran upacara adat Sunda. 

Selain hadir dalam acara-acara resmi pemerintahan, Upacara Lengser biasanya muncul dalam upacara pernikahan. Upacara ini pun mendapatkan beberapa perubahan, di antaranya soal alat musik. 

Dahulu upacara adat ini diiringi gamelan, saron, bonang, gong, jenglong, dan kendang. Kini alat musiknya, sudah mulai dicampur dengan alat musik modern seperti piano, biola, dan bas. 

Selain itu, munculnya tokoh Ambu adalah perubahan yang lain. Penambahan sosok ambu dinilai sebagai kreasi agar unsur humornya lebih terasa. 

Melansir ayobandung.com, Pelaku seni Sunda sekaligus guru seni budaya MAN 2 Kota Bandung, Idad Idul Adha menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya pergeseran ini lantaran pengaruh krisis moneter yang terjadi sekitar tahun 1999 sampai 2000. 

Alasannya, pada waktu itu banyaknya acara pagelaran, namun tidak sebanding dengan biaya yang dimiliki. Selain itu, karena melihat personel upacaya adat yang banyak, konsumen pun beralih kepada hal yang lebih praktis, misalnya penggunaan rekaman musik upacara adat. 

Sebenarnya menurut Idad, konsep dasar dari pagelaran upacara adat lengser saat ini adalah pengembangan dari konsep tradisi, namun tidak menghilangkan nuansa tradisional itu sendiri. Meski begitu, baginya, perpaduan dengan konsep kontemporer yang menggunakan alat musik modern, tidak memiliki keterkaitan dengan tradisi. 

Lebih jauh, Idad menjelaskan, tentang perbedaan bunyi antara musik tradisional dan modern. Menurutnya mau diatur semirip apapun pasti akan terasa beda nuansanya. 

"Kalau di modern kan beda, nada yang dihasilkan saja dari da-mi-na menjadi do-re-mi, dari pentatonis menjadi diatonis walaupun ada kunci nada yang bisa disesuaikan, tetap tidak sama," kata Idad dalam pemberitaan 

Meski begitu, penggunaan alat modern dianggap lebih lebih ekonomis. Sebab, dengan begitu tak diperlukan panggung yang luas lantaran pemainnya hanya beberapa orang. Selain itu, dengan begitu, biaya transportasi juga dapat dipangkas. 
 

Tag: peristiwa hari ini musik tradisional

Bagikan: