Menanti Realisasi Pembangunan Rumah Ibadah Selain Masjid di Parlemen

| 30 Sep 2019 17:09
Menanti Realisasi Pembangunan Rumah Ibadah Selain Masjid di Parlemen
Gedung DPR (Mery/era.id)
Jakarta, era.id - DPR menggelar rapat paripurna akhir masa bakti 2014-2019, hari ini. Dalam rapat ini, anggota Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengeluarkan interupsi soal rumah ibadah. Dia meminta, DPR membuatkan rumah ibadah untuk mereka yang meluk agama non-Islam.

Ara sapaan akrabnya bilang, usulan ini sudah diungkapkan kepada tiga ketua DPR periode 2014-2019, mulai dari Setya Novanto, Ade Komarudin, hingga Bambang Soesatyo.

"Di sini, di gedung rakyat ini tidak ada (rumah ibadah untuk pemeluk agama non-Islam)," ujar Ara, dalam rapat paripurna, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Padahal, tambah Ara, hampir di setiap komisi memiliki musala, tempat ibadah kaum muslim. Dia mau di gedung ini juga ada rumah ibadah untuk pemeluk agama lain, meskipun tidak terlalu besar.

"Saya menginginkan dan beberapa teman perjuangkan, masa tidak bisa bangun juga pura, vihara, gereja yang kecil saja di tempat ini untuk menujukkan DPR ini bahwa semua agama bisa diterima," tutur Ara.

Ara berujar, perjuangannya untuk realisasi ini cukup panjang. Namun hingga akhir masa bakti periode 2014-2019, harapannya itu tak kunjung terkabul.

"Belum pernah ketok palu. Bagaimana kita mau bangun persepsi bahwa kita setuju betul Pancasila. Kalau gedung DPR ini saja untuk hal tadi saja kita belum pernah sepakat, kita beda suka beda agama tapi kita pancasila. Mari kita buktikan dulu kita pancasila dari rumah ibadah DPR ini," ucapnya.

Dia kecewa karena keinginanya tidak tercapai. Dia berharap, periode berikutnya dapat merealisasikan usulan ini.

"Kalau Masjid sekarang kurang besar, saya setuju dibesarkan. Tapi izinkan juga bangun juga Pura, Vihara, Gereja," tuturnya.

Mendengar pandangan Ara, Ketua DPR Bambanga Soesatyo selaku pimpinan sidang mengaku, tersentuh dengan usulan tersebut. Namun, masa bakti dirinya sebagai ketua parlemen sudah selesai.

"Saya sendiri sangat tersentuh, sayang nanti (saya) sudah bukan ketua DPR. Ingin rasanya mewujudkan cita-cita Pak Ara, semoga pemimpin yang akan datang bisa wujudkan keinginan Pak Ara," ujar Bambang.

Rekomendasi