Teka-Teki Kematian Aktivis Walhi Sumatera Utara

| 07 Oct 2019 13:41
Teka-Teki Kematian Aktivis Walhi Sumatera Utara
Golfrid Siregar (Dok. Walhi Sumut)
Jakarta, era.id - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Golfrid Siregar meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik. Golfrid yang juga dikenal sebagai aktivis HAM itu sempat dinyatakan hilang selama beberapa hari terakhir.

Golfrid diketahui menghilang sejak Rabu (2/10), sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi terakhir, dia pergi ke JNE dan bertemu orang di Marendal. Sejak saat itu, korban tidak bisa dihubungi lagi oleh sang istri. Dia kemudian ditemukan terkapar di fly over Simpang Pos pada hari Kamis (3/10) pada pukul 01.00 WIB dini hari. 

"Golfrid Siregar yang beraktivitas sebagai advokat lingkungan hidup di WALHI Sumatera Utara ditemukan tidak sadarkan diri di fly over jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Medan," jelas Aktivis Walhi Sumatera Utara (Sumut) Roy Lumbangaol, Senin (7/10/2019).

Korban ditemukan oleh tukang becak yang kebetulan melintas di sana. Oleh tukang becak, Golfrid kemudian dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditangani ke RSUP Adam Malik. Menurut keterangan dokter, Golfrid mengalami luka serius di bagian kepala yang menyebabkan tempurung kepala hancur. Hal ini mengharuskan korban menjalani operasi pada Jumat  (4/10). Setelah sekitar 3 hari mendapatkan penanganan akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia pada hari ini. 

Keterangan dari Kepolisian menyatakan korban menjadi korban kecelakaan tabrakan lalu lintas. Namun Walhi Sumut menemukan banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul. 

"Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yg berarti layaknya orang yg mengalami kecelakaan lalu lintas. Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet, dan cincin ikut raib. Sementara sepeda motornya hanya mengalami kerusakan kecil saja," lanjut Roy. 

Walhi Sumut menilai, Golfrid yang menjabat manager hukum ini telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan karena aktivitas politik korban selama ini sebagai pembela HAM, khususnya untuk isu lingkungan melalui Walhi Sumatera Utara.

"Karenanya dengan ini WALHI Sumut mendesak dan mendorong Polda Sumatera Utara untuk segera mengusut tuntas penyebab kejadian yang menimpa korban Golfrid Siregar sebagai pembela hak azasi manusia yang sudah menjadi korban hingga kehilangan nyawanya," ucap Roy.

Rekomendasi