Cerita Penyerangan Wiranto yang Ditusuk Gunting di Pandeglang

Tim Editor

Menko Polhukam Wiranto beberapa detik sebelum penyerangan terjadi (Foto: istimewa)

Jakarta, era.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto jadi korban penyerangan saat berkunjung ke Lapangan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Dia ke sana untuk memenuhi undangan dalam rangka memberikan kuliah umum dihadapan kurang lebih 1.000 mahasiswa. 

Pelakunya dua orang, satu laki-laki menjadi eksekutor penyerangan, sementara satu lagi adalah perempuan yang merupakan istri si eksekutor. Sang eksekutor beraksi menggunakan gunting menyerang Wiranto. 

Serangan itu juga mengenai dua orang lainnya, yaitu Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang menderita luka tusuk di punggung, dan ajudan Wiranto, Fuad yang tertusuk di dada bagian kiri.

Pelaku pria bernama Syahril Alamsyah tempat tanggal lahir Medan, 24 Agustus 1988, beralamat di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Sementara, Fitri Andriana Binti Sunarto, tempat tanggal lahir Brebes 05 mei 1998, Agama Islam alamat Desa Sitanggai Kecamatan Karangan Kabupaten Brebes. Kedua orang ini mengontrak rumah di Kampung Sawah Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.

Video dan foto yang merekam peristiwa itu berseliweran di media sosial. Dari situ ketahuan Wiranto baru saja turun dari mobil dan diserang. Penyerangan terjadi saat Wiranto sedang menghampiri warga untuk bersalaman. Dia yang mengenakan batik warna hijau dan kopiah, sempat terjatuh akibat serangan itu.

Video lain merekam pelaku yang ditangkap setelah menjalankan aksi penyerangan itu. Pelakunya menggunakan kaus hitam dan celana panjang warna putih. 

Tak berapa lama, beredarlah foto kedua tersangka. Mereka duduk di lantai sambil senderan di tembok. Kakinya selonjoran dan tangannya terikat.


Pelaku penyerangan Wiranto (Foto: istimewa)

Wiranto dibawa ke rumah sakit terdekat. Pertama, dia dibawa ke Medical Center, Menes, Pandeglang. Lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang. Belakangan, dia dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Dia mendapatkan dua luka tusukan di bawah perut.

Di Mabes Polri, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dua pelaku tadi sedang diperiksa Polres Pandeglang, Polda banten dan dibantu Densus 88 Antiteror. Sebab, diduga mereka terpapar paham radikal terorisme jaringan ISIS. Hanya saja, belum bisa dipastikan soal para tersangka berasal dari kelompok mana.

"Diduga pelaku terpapar radikal ISIS. Nanti akan di dalami apakah pelaku terhubung dengan jaringan JAD cirebon atau JAD Sumatera. Sementara ini, yang jelas polri dalam hal ini bekerja sama dengan steakholder terkait untuk mengungkap," kata Dedi.

"Kalau misalnya radikal ISIS itu pelaku akan menyerang pejabat publik, terutama kepolisian. Karena aparat kepolisian dan pejabat publik yang setiap saat melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut," tambah Dedi.

Dalam catatan era.id, Mabes Polri pernah merilis adanya empat tokoh nasional yang menjadi sasaran pembunuhan saat aksi demonstrasi di Bawaslu pada 21-22 Mei. 

Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan dan terakhir adalah staf khusus presiden bidang intelijen dan keamanan, Goris Mere yang diincar nyawanya.

Untuk kasus demonstrasi di Bawaslu pada 21-22 Mei ini, pelakunya terdiri dari beberapa kelompok. Salah satu kelompoknya merupakan penyusup dan berencana menyerang empat tokoh nasional tadi. Ada enam tersangka yang terkait kasus tersebut. Mereka jadi tersangka karena terlibat jual beli senjata ilegal untuk aksi penyerangan ini.

Tag: wiranto

Bagikan: