1.500 Personel TNI-Polri Amankan Wilayah Rawan di Wamena

Tim Editor

Pangdam Cendrawasih dan Kapolda Papua patroli sepeda motor keliling Wamena. (Twitter/@AbgaryJun)

Jakarta, era.id - Sebanyak 1.500 personel gabungan TNI-Polri sudah disebar di sejumlah titik rawan kerusuhan di Papua, di antaranya Wamena, Sentani, Jayapura, dan Timika. Penyebaran para personel itu dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, para prajurit TNI-Polri disiagakan di pelbagai wilayah pegunungan tengah. Dia menjelaskan, wilayah itu adalah akses masuk Kabupaten Jayawijaya dan kerap dijadikan pilihan untuk jalur darat.

"Pasukan di Wamena itulah yang meng-cover berbagai wilayah di sekitarnya seperti Lanny Jaya, Tolikara, dan Mamberamo Tengah serta Yalimo," kata Waterpauw usai kunjungan kerja di Wamena bersama Pangdam XVII Cenderawasih, dilansir dari Antara, Jumat (18/10).

Waterpauw mengklaim, situasi di Wamena jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ini relatif kondusif. Kendati demikian, aparat tetap memberikan pengamanan. Sekadar informasi, acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan berlangsung pada Minggu (20/10).

Baca Juga : Papua Mulai Kondusif, Jangan Lagi Sebar Informasi Negatif

Untuk menjaga kondisi Wamena yang cenderung aman, Waterpauw mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terhadap isu yang berkembang. Khususnya, isu yang diembuskan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Mari kita bersama-sama menjaga agar situasi tetap kondusif dan bila ada isu yang merisaukan segera tanya ke aparat keamanan, agar ditelusuri benar atau tidak, serta tidak main hakim sendiri karena saat ini aparat yang disiagakan cukup banyak," kata dia.

Sebelumnya, Wamena sempat mengalami gangguan keamanan parah. Kerusuhan yang terjadi di Wamena pada 23 September 2019 itu menyebabkan 33 orang meninggal dan merusak 1.000 bangunan. Selain itu, sejumlah kendaraan juga tak luput dari amukan massa.

Tercatat, lebih dari 11 ribu warga mengungsi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Hercules TNI-AU karena kekacauan itu. Kerusuhan tersebut diduga terjadi karena isu hoaks tentang guru yang mengungkapkan kalimat rasis ke murid.

Tag: kkb papua

Bagikan: