Menanti Kelanjutan Pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX

Tim Editor

Ilustrasi Foto (David Mark/Pixabay)

Jakarta, era.id - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD angkat bicara soal pengembangan pesawat tempur teknologi terbaru Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperimrent (KFX/IFX).

Sekilas soal KFX/IFX. Pengembangan pesawat dimulai pemerintah Korea Selatan dan Indonesia sejak 9 Maret 2009. Pengembangan pesawat jet tempur ini bakal berlangsung hingga tahun 2026 dan menghabiskan biaya sebesar USD8 miliar. Biaya tersebut dibagi dengan besaran Korea Selatan sebesar 80 persen dan Indonesia sebesar 20 persen.

Soal pengembangan KFX/IFX, Mahfud menyebut dirinya akan mempelajari hal tersebut. Apalagi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu baru dilantik sebagai Menkopolhukam pada 23 Oktober 2019.

"Itu (KFX/IFX) belum mempelajari, baru menghimpun apa informasi tentang apa yang dilakukan di sini dan pada tahap apa. Jadi belum mempelajari, menghimpun dulu," kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Meski perlu mempelajari soal pengembangan jet tempur tersebut, namun Mahfud yakin, dirinya tak perlu lama untuk mempelajari hal tersebut. "Itu tidak perlu lama-lama. Ini kan baru dua hari saya bekerja, nanti minggu sudah selesai semua," ungkapnya.

Senada dengan Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga angkat bicara soal proyek KFX/IFX. Dia mengaku tengah mempelajari proyek tersebut dan mempelajari berbagai persoalan yang menyangkut dengan Kementerian Pertahanan.

"Jadi begini, saya baru beberapa jam serah terima. Jadi saya mau terus terang saja, saya akan pelajari semua masalah dan bersama-sama dengan mabes TNI juga, angkatan staf Menhan, dan Presiden. Kita cari solusi terbaik, saya enggak bisa kasih komentar. Saya belum duduk di kantor saya," ungkap Prabowo di Kantor Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (24/10/2019).

Perkembangan terakhir di tahun 2018, proyek KFX/IFX ini masih tertunda. Sebabnya, teknologi dari Amerika Serikat yang digunakan untuk pengembangan pesawat ini belum ada lisensinya.

Amerika Serikat memang memegang beberapa lisensi komponen yang digunakan dalam pesawat tempur siluman tersebut diantaranya Electronically Scanned Array (AESA) Radar, Infrared Search and Track (IRST), Electronic Targetting Pod (EOTGP) dan Radio Frequency Jammer.

Tag: pertahanan

Bagikan: