Pemerintah Pede Rasio Elektrifikasi Bisa Tercapai

| 24 Oct 2019 19:15
Pemerintah Pede Rasio Elektrifikasi Bisa Tercapai
Ilustrasi kelistrikan Indonesia (AshrafChemban/pixabay)
Jakarta, era.id - Rasio Elektrifikasi (RE) nasional sampai September 2019 sudah mencapai 98,86 persen dari yang ditargetkan 99,90 persen. Artinya, tinggal 1,04 persen pemerintah bisa mencapai target RE di tahun 2019 ini.

“Kalau kami lihat sampai semester tiga tahun 2018 rasio elektrifikasi (RE) atau sampai September 2019 sudah mencapai 98,86 persen,” kata Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu saat jumpa di kantornya, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Nah, untuk mencapai RE nasional 99,9 persen di tahun ini, ada 1.1 juta rumah tangga yang harus dilistriki. Selain melistriki dengan jaringan PLN (on grid), upaya melistriki juga dilakukan off grid melalui Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) atau swadaya masyarakat.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan ada 734 ribu rumah tangga yang harusnya dilistriki oleh PLN dan 349 ribu melalui LTSHE. “Masih terus kami selesaikan, mudah-mudahan tahun depan selesai,” kata dia.

Kata dia, jumlah itu tersebar disejumlah wilayah Indonesia. Antara lain, Papua, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dan Mentawai. “Jadi bagaimana caranya kami genjot daerah tersebut bisa naik,” ujar dia.

Nah, apakah pemerintah bisa mencapai target tersebut, mengingat 1,04 persen daerah yang belum teraliri listrik berada di daerah yang sulit. Misalnya, masyarakat yang tinggal di atas gunung, dan tinggalnya terpencar.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana pede target itu bisa tercapai. Pemerintah, kata dia, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut.

“Apa yang kemudian teman-teman tanyakan, supaya jelas, listrik desa ter-set up dari awal. Kalau dengar launching Papua Barat 1000 renewable energy juga upaya mencapai 99,9 persen yang sudah dimulai,” ujar dia.

Mengutip laman Kementerian ESDM, tarif listrik rumah tangga mampu golongan 900 VA telah diberikan diskon sebesar Rp 52/kWh sejak 1 Maret 2019 menjadi Rp 1.352/kWh. Kemudian, golongan rumah tangga 1.300 VA ke atas tarifnya Rp 1.467,28/kWh.

Tarif listrik golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA yang masih diberikan subsidi listrik masing-masing Rp 415/kWh dan Rp 605/kWh. Total pelanggannya sekitar 29 juta.

Rekomendasi