Calon Terkaya Pilkada 2018

Tim Editor

Grafis calon terkaya

Jakarta, era.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menerima laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari 1.159 calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada 2018 di 171 daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota. 

Berdasarkan informasi dari kpk.go.id/id/pantau-pilkada-indonesia, tercatat ada empat calon kepala daerah yang memiliki kekayaan di atas Rp100 miliar.
Pertama, calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, dengan total keyaan berdasarkan LHKPN yang disampaikan ke KPK mencapai Rp350.887.340.551. Laporan itu masuk ke KPK pada 18 Januari 2018. Adapun Sihar maju pada Pilkada Sumut mendampingi Djarot Saiful Hidayat, dan diusung PDI Perjuangan serta PPP.

Kedua, calon wali kota Palopo, Andi Ikhzan Abd Mutthalib yang memiliki kekayaan senilai Rp205.149.000.000 berdasarkan laporan 15 Januari 2018. Andi merupakan calon independen dan berpasangan dengan Andi Toggolengi pada Pilkada Kota Palopo 2018.

Ketiga, calon Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Nurdin Halid yang kekayaannya mencapai Rp167.869.362.322 berdasarkan laporan 15 Januari 2018. Mantan Ketua Harian DPP Partai Golkar itu berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar dan diusung Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, serta PKPI.

Lalu calon kepala daerah terkaya keempat adalah Arsyad Juliandi Rachman, calon gubernur Riau. Berdasarkan LHKPN pada 2 Januri 2018 kekayaan Arsyad mencapai Rp149.470.468.326. Arsyad didampingi Suyatno dan diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Hanura, serta PKPI.

Semua calon kepala daerah wajib melaporkan harta kekayaan sesuai Peraturan KPU Nomor 15/2017. Dalam Undang-Undang Nomor 28/1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme juga diatur kewajiban melaporkan harta kekayaan. Calon kepala daerah masuk kategori kandidat penyelenggara negara sehingga wajib melaporkan harta kekayaan seperti juga calon presiden dan calon wakil presiden.


Tag: lipsus pilkada

Bagikan: