Begini Cara Melaporkan Pesan Penipuan Berkedok Menang Undian

Tim Editor

Tangkapan layar pesan penipuan berkedok menang undian. (era.id)

Jakarta, era.id - Siapa yang kesal dikirimin pesan 'tipu-tipu' pengumuman menang undian? Atau pernah ditawarin peminjaman uang online abal-abal? Tenang, kamu enggak usah khawatir, tinggal lapor saja ke pengaduan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Sekretaris Jenderal Kemkominfo Rosarita Niken bilang, pihaknya bakal menindak nomor-nomor seluler tidak jelas itu, setelah menerima pengaduan dari masyarakat. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan nomor penipuan tersebut.


Tangkapan layar pesan penipuan berkedok pinjaman online. (era.id)

"Kalau ada misalnya, nomor-nomor yang tidak kita kenal, silakan diadukan. Kami akan menindaklanjuti tentunya dengan aparat terkait," ujar Niken di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, kemarin, seperti dikutip Antara.

Sepanjang ada aduan dari masyarakat, menurut Niken, Kominfo bisa menelusuri nomor tersebut. Namun, Niken mengatakan masyarakat sering kali belum memahami bahwa data pribadi, termasuk nomor telepon, harus dilindungi.

Niken mengatakan kementeriannya memang mendapatkan tugas untuk membatasi akses ataupun pemblokiran, apabila nomor-nomor seluler tidak jelas itu benar-benar terbukti melakukan penipuan-penipuan tersebut. "Itulah arti penting sosialisasi perlindungan data pribadi," kata Niken.

Terus bagaimana cara melaporkan nomor penipuan itu? Kemkominfo memberikan alur proses pelaporan SMS penipuan ataupun telepon yang menyalahgunakan layanan jasa seluler, seperti tertulis dalam laman kominfo.go.id, berikut penjelasannya:

1. Pelanggan yang menerima panggilan dan/atau pesan yang tidak dikehendaki, selanjutnya disebut Pelapor, diminta untuk merekam percakapan dan/atau memfoto (capture) pesan, serta nomor telepon seluler pemanggil dan/atau pengirim pesan.

2. Pelapor mengirimkan nomor telepon seluler (Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number/MSISDN) pelapor yang telah teregistrasi dengan benar dan berhak serta rekaman percakapan dan/atau foto pesan ke akun Twitter BRTI: @aduanbrti.
 

3. Petugas help desk melakukan verifikasi dan analisis percakapan dan/atau pesan yang telah dikirim ke akun Twitter BRTI @aduanbrti.
 

4. Petugas help desk membuat tiket laporan ke dalam sistem SMART PPI dan mengirimkan pesan notifikasi dalam bentuk e-mail ke penyelenggara jasa telekomunikasi terkait yang meminta agar nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan diblokir.

5. Penyelenggara jasa telekomunikasi membuka dan menindaklanjuti laporan yang terdapat dalam sistem SMART PPI dengan melakukan blokir nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan yang terindikasi penipuan dalam waktu 1 X 24 jam.

6. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan notifikasi kepada BRTI terkait pengaduan pelanggan yang telah ditindaklanjuti atau diselesaikan ke sistem SMART PPI.

Tag: penipuan kemkominfo

Bagikan: