Kisah Dokter Jepang di Afghanistan: Mengabdi Puluhan Tahun dan Tewas Ditembak

Tim Editor

    Tetsu Nakamura (AFP)

    Jakarta, era.id - Sekelompok pria bersenjata menembak mati enam orang, termasuk Kepala Agen Bantuan Jepang, Tetsu Nakamura pada hari Rabu (4/12) waktu setempat. Serangan dilakukan di Jalalabad, Afghanistan Timur.

    Padahal jasa Nakamura di bidang kemanusian tak bisa dipungkiri. Pria 73 tahun itu sudah mengabdi puluhan tahun di negara konflik itu sebagai dokter. Ia mulai menginjakkan kaki di Islamabad pada 1980 silam.

    Dilansir Reuters, penyergapan itu terjadi seminggu setelah serangan granat terhadap kendaraan PBB di Kabul. Hal ini otomatis menambah kekhawatiran bagi mereka yang melakukan pekerjaan kemanusiaan di tengah negara yang sedang berkonflik tersebut. 


    Tetsu Nakamura (AFP)

    Juru Bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Sediq Seddiqi, mengatakan, Nakamura merupakan salah satu sahabat dekat Afghanistan.

    "(Dia) Mengabdikan hidup untuk membantu dan bekerja sama dengan warga kami," kata Seddiqi.

    Sementara itu, Juru Bicara Gubernur Nangarhar Attaullah Khogyani, mengatakan Nakamura sempat dirawat karena luka parah akibat terkena tembakan di dada dalam serangan. Dia mengembuskan napas terakhir saat dirujuk ke Bagram.

    Serangan itu juga menewaskan lima warga Afghanistan. Tiga di antaranya merupakan pengawal Nakamura, supie dan kerabatnya.

    Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Juru bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid mengklaim pihaknya tidak terlibat dalam serangan penembakan itu.

    Tag: afghanistan

    Bagikan :