Bahaya COVID-19 di Korsel, WNI Jangan ke Daegu dan Gyeongsang Bukdo

Tim Editor

WNI di Korsel (KBRI Seoul)

Jakarta, era.id - Pemerintah Korea Selatan telah meningkatkan status kewaspadaan pada level tertinggi atau red alert terkait virus korona baru atau COVID-19.

Korea Centers for Disease Control dan Prevention (KCDC) mengumumkan bahwa 169 orang lagi telah teruji positif dengan virus SARS-COV-2. Hal ini membuat jumlah total kasus penularan di negara itu menjadi 1.146 orang. Korea Selatan adalah negara kedua setelah China dengan jumlah korban terbesar dengan jumlah kasus lebih dari 1.000 kasus. Jumlah total korban kematian di Korea Selatan juga bertambah satu, menjadi 11 korban meninggal dunia

Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui Safe Travel mengeluarkan imbauan terkait dengan perjalanan ke Korea Selatan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

UPDATE: JUMLAH KASUS TERKONFIRMASI COVID-19 DI KOREA SELATAN MENINGKAT TAJAM Berdasarkan data Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC), telah terjadi peningkatan secara signifikan dalam jumlah kasus terkonfirmasi corona virus disease (COVID-19) di Korea Selatan terutama dalam periode 19-23 Februari 2020. Hingga 23 Februari 2020, terdapat 602 kasus pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, dengan 18 orang telah dinyatakan sembuh, 5 orang meninggal dunia, dan 579 pasien masih dirawat di Rumah Sakit. Sebagai informasi, wilayah Daegu dan Gyeongsang Bukdo merupakan dua wilayah terbanyak kasus terkonfirmasi COVID-19 di Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan juga telah menetapkan wilayah Daegu dan Gyeongsang Bukdo sebagai daerah “Special Care Zones”. Mencermati merebaknya wabah COVID-19 di Korea Selatan, kami mengimbau Anda yang sedang dan/atau akan bepergian ke Korea Selatan agar meningkatkan kehati-hatian dan tidak melakukan perjalanan khususnya ke wilayah Daegu dan Gyeongsang Bukdo. Kami juga mengimbau agar Anda senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga stamina fisik dan psikis, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rutin mencuci tangan dengan sabun, memakan daging yang dimasak sempurna, mengurangi interaksi di keramaian publik, serta terus memantau informasi yang disampaikan KBRI Seoul dan otoritas setempat. Apabila mengalami permasalahan saat berada di Korea Selatan, Anda dapat menghubungi hotline @kbri_seoul di nomor: +82 10 5394 2546. Dalam kondisi darurat, anda dapat menekan tombol darurat dalam aplikasi Safe Travel. #safetravelkemlu #negaramelindungi #coronavirus #covid19 #koreaselatan #kbriseoul (Sumber foto : nytimes.com)

A post shared by Safe Travel Kemlu (@safetravel.kemlu) on



Sementara itu, KBRI Seoul mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advisory), mengirimkan masker, hingga membuka layanan hotline 24 jam bagi WNI di Korsel.


WNI di Korsel (KBRI Seoul)

Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi mengatakan, KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan COVID-19.

"Saya terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti perkembangan melalui sumber-sumber terpercaya dan juga berbagai imbauan KBRI melalui media sosial KBRI Seoul," ujarnya, Rabu (25/2/2020).

Secara khusus KBRI juga secara langsung menelepon sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait di Korsel maupun Pemerintah Pusat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan," ucapnya.
 

Tag: covid-19

Bagikan: