Dunia Waspada COVID-19

Tim Editor

Situasi di Korea Selatan (Yonhap)

Jakarta, era.id - Harapan COVID-19 dapat dikendalikan lenyap seiring infeksi yang menyebar cepat di seluruh dunia, kini negara-negara mulai menimbun peralatan medis dan bersiap menghadapi resesi global.

Pasar saham Amerika jatuh lebih dari 4 persen pada Kamis (27/2). "Pasar memilih dan ivestor pikir Amerika sedang menuju resesi," kata kepala ekonom di MUFG, New York,Chris Rupkey.

Rantai pasokan barang-barang secara global dan industri yang berhenti berproduksi juga akan menjadi ancaman dalam hitungan bulan ke depan.

"Dan terus terang pada tahap ini setelah perlambatan terkait perjalanan akibat virus korona yang telah merusak rantai pasokan global. Akan menjadi keajaiban jika kita bisa menghindari resesi," lanjutnya.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara-negara yang belum terinfeksi harus bersiap.

"Tidak ada negara yang beranggapan tidak akan mendapatkan kasus (COVID-19), itu akan menjadi kesalahan fatal, secara harfiah," kata Tedros, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/2/2020).

Hampir 10 negara melaporkan kasus virus pertama mereka dalam 24 jam terakhir. Selain menyimpan persediaan medis, pemerintah menutup sekolah, pabrik, dan membatalkan acara-acara dengan pengunjung besar, termasuk acara olahraga, konser musik dan lainnya.

Jumlah penderita COVID-19 di Italia meningkat lebih dari 200 menjadi 650. Jerman memiliki sekitar 27 kasus, Perancis sekitar 18, dan Spanyol 15.

Tedros mengatakan Iran, Italia, dan Korea Selatan berada pada level darurat penyebaran korona. Sedangkan di China melaporkan 327 kasus baru pada hari ini, terendah sejak 23 Januari lalu.
 

Tag: covid-19

Bagikan: