Gerai Makanan dan Minuman Mulai Kena Dampak Korona

Tim Editor

Suasana Mal (Nurul/era.id)

Jakarta, era.id - Wabah COVID-19 bukan hanya membuat pemerintah mengimbau agar warga tak keluar rumah dan melakukan aktivitas termasuk bekerja dari rumah. Imbauan tersebut membuat warga lebih banyak di rumah dan tak beraktivitas di luaran.

Imbasnya, beberapa industri makanan dan minuman (FnB) mengalami penurunan omzet. Produk-produk FnB terutama yang membuka gerai di pusat perbelanjaan seperti mal, mengalami angka penjualan yang anjlok.

“Kalau dari segi penghasilan per hari itu turun banget. Ya karena orang pada takut kan buat keluar rumah, pengunjung juga sepi. Otomatis ngaruh ke omset juga,” tutur Nanda (bukan nama sebenarnya) salah satu karyawan gerai FnB di kawasan Jakarta. 

Wabah COVID-19 yang menghantui warga secara tidak langsung menjadikan pusat keramaian di Ibu Kota lumpuh, khususnya pusat perbelanjaan yang langsung kehilangan angka pengunjung secara drastis. 

“Yang beli sekarang kebanyakan pakai aplikasi online. Biasanya enggak terlalu seramai ini. Ya mungkin benar pada takut keluar rumah,” lanjutnya. 

Selain ketakutan yang menghantui sebagian warga Jakarta, kelangkaan masker dan juga sanitizer di berbagai tempat juga menjadi salah satu kendala yang membuat warga enggan keluar rumah tanpa pengamanan yang mumpuni. 

“Di sini kami sediakan sanitizer 1 liter, tapi belum ada 5 hari itu udah abis enggak tersisa. Sekarang masih cari stok isi ulangnya karena masih langka banget,” katanya. 

Kendati menyediakan sanitizer, menurut Nanda dari pihak pusat perbelanjaan juga belum melakukan penyemprotan disinfektan. 

“Surat edaran tentang penyemprotan saja enggak ada,” jelasnya. 

Meski mengalami penurunan omset hingga setegahnya, menurut Nanda belum ada upaya pengurangan karyawan dari pihak manajemen. Justru yang terjadi ialah pihak manajemen ingin membuka store baru. 

“Imbauan dari atasan sendiri pencegahannya harus pakai masker, cuci tangan, sama pakai sarung tangan. Sejauh ini belum ada berita soal pengurangan karyawan juga,” kata Nanda. 
 

Tag: ekonomi kreatif

Bagikan: