Bupati Jombang Resmi Tersangka Kasus Suap

Tim Editor

KPK gelar konfrensi pers OTT Bupati Jombang Nyono Suharli (Fitria/era.id)

Jakarta, era.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka kasus suap. Ia ditangkap Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Sabtu (4/2/2018).

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur itu diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesahatan Pemkab Jombang, Inna Silestyowati sebanyak dua kali. Inna juga membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang, serta meminta pungli izin.

"Pungli tersebut diduga telah diserahkan kepada NSW 1 Februari 2018 sebesar tujuh puluh lima juta," kata Komisioner KPK, Laode Muhammad Syarif, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/1/2018).

Dari Rp75 juta yang diterima Nyono, Rp50 juta di antaranya digunakan untuk membayar iklan pencalonannya kembali sebagai Bupati Jombang 2019-2023 di media massa lokal di Jombang.

Selain Nyono, KPK juga menetapkan pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Inna Silestyanti sebagai tersangka. Inna diduga telah memberikan suap kepada Nyono agar ditetapkan sebagai kepala dinas. Uang suap yang diberikan Ina pada Nyono berasal dari pungutan liar ke rumah sakit swasta sebesar Rp75 juta.

Sebagai pihak pemberi, Inna Silestyanti disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Sedangkan Nyono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Tag: korupsi bakamla kpk

Bagikan: