Karyawan DPR Ditangkap Bawa Narkoba

Tim Editor

Istimewa (era.id)

Jakarta, era.id - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap staf Sekretariat DPR bernama Robby Salam terkait peredaran narkoba. Dia ditangkap pada sore hari di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Pada tanggal 5 Februari 2018 sekira jam 14.30 terdapat seseorang yang dicurigai berada di Jalan Gatot Subroto kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap orang tersebut dan ditemukan barang bukti narkoba," tutur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Senin (5/2/2018).

Dari tangan Robby, polisi mendapatkan 2 plastik klip diduga berisi sabu-sabu, alat bantu hisap sabu-sabu dan 1 Unit HP Samsung warna putih. Atas kasus ini, Robby diduga melanggar UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna proses lebih lanjut," lanjut Argo.


Barang bukti yang dibawa polisi. (Foto: Istimewa)

Terpisah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, Ketua DPR Bambang Soesatyo memiliki program tentang pemberantasan narkoba di DPR. Program ini dicanangkan sejak Bambang menjadi Ketua Komisi III DPR. Sehingga, ketika ada pegawai DPR yang tersangkut narkoba maka akan diberikan hukuman yang tegas.

"Dari koordinasi yang disampaikan oleh Ketua DPR beberapa bulan lalu sebelum menjadi Ketua DPR tapi sebagai Ketua Komisi III, beliau sudah semacam berkoordinasi dengan kepolisian bahwa kalau ada pegawai DPR yang kalau dia dengar macam-macam suruh tangkap saja. Dan saya dengar hari ini ditangkap. Yang saya dengar itu sudah dikoordinasikan," ungkap Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dengan adanya kejadian ini, Fahri menegaskan DPR akan melakukan dan meminta tes urine kepada seluruh pegawai yang berkerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, sehingga ini menjadi langkah antisipasi kejadian tersebut terulang.

"Kita mendengar ada yang nakal-nakal makanya segera dilakukan tes urine kepada semua pegawai DPR. Kalau ada yang macam-macam pecat saja langsung. Pokoknya orang stres nggak usah kerja di DPR. Yang boleh kerja di DPR ini orang sehat saja," cetus Fahri.

Tag: ketua dpr narkoba

Bagikan: