Jangan Heran, Salju Berwarna Hijau di Antartika Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah

Tim Editor

Semanjung Antartika terdapat salju berwarna hijau (Foto:CNN)

Jakarta, era.id - Sebagian wilayah di Semanjung Antartika ditemukan salju berwarna hijau. Fenomena tak biasa ini kemungkinan dapat menyebar saat suhu meningkat akibat perubahan iklim yang dilaporkan oleh para penelitian.

Salju warna hijau disebabkan oleh spesies ganggang yang bermekaran. Penampakan salju hijau akibat meningkatnya suhu global sebagai dampak perubahan iklim.

"Pemanasan suhu bisa menciptakan lebih banyak lapak untuk ganggang, sehingga salju kian tumbuh. Alga salju hijau adalah mikroskopis ketika diukur secara individual, tetapi ketika organisme tumbuh secara bersamaan. Mereka mengubah salju menjadi hijau cerah, bahkan bisa dilihat dari luar angkasa," tulis para ilmuwan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, Rabu (20/5).

Andrew Gray dari University of Cambridge mengatakan gangga salju hijau tinggal di Semanjung Antartika yang tempatnya agak hangat dibandingkan lainnya.

"Bercak 'ganggang salju' ini telah ada selama beberapa dekade di Kutub Utara. Tetapi kita tahu, dulu masih sedikit distribusinya di Antartika. Saat ini kami benar-benar melakukan survei berskala besar tumbuhnya ganggang salju di Antartika," kata Andrew Gray dari University of Cambridge.

Para ilmuwan mengatakan Semenanjung Antartika merupakan bagian dari wilayah mengalami pemanasan paling cepat di akhir abad ini. Temperatur yang luar biasa tinggi ini tercatat sejak Februari 2020. Mereka juga telah mengunjungi dua pulau untuk konfirmasi keakuratan data satelit tersebut.

Para ilmuwan mengidentifikasi 1.679 ganggang salju hijau sedang mekar. Ganggang ini menutupi area sampai 1,9 kilometer persegi pada puncak musim panas saat musim mekar terbesarnya. 

Para ilmuwan percaya organisme akan berkembang seiring meningkatnya suhu global. Dalam penelitiannya ini Gray dan timnya menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi area hijau di permukaan yang tertutup salju di Semanjung Antartika, bagian benua yang paling cepat menghangatkan beserta pulau-pulau sekitarnya.

"Ketika Antartika menghangat, kami memperkirakan massa keseluruhan ganggang salju akan meningkat, sebab penyebaran ke dataran yang lebih tinggi akan secara signifikan lebih besar. Pulau-pulau kecil di dataran rendah, pada titik tertentu di musim panas akan berhenti diselimuti salju," tulis Dr Andrew Gray dalam jutnalnya yang dikutip dari CNN pada Sabtu (23/5/2020)

Sementara peningkatan pencairan salju dapat menyebabkan lebih banyak pertumbuhan alga. Hal ini dikarenakan distribusi organisme sangat terkait dengan populasi burung, yang kotorannya bertindak sebagai pupuk untuk mempercepat pertumbuhan gangga.

Selain burung, pertumbuhan itu terjadi karena kotoran penguin yang terpengaruh oleh suhu yang memanas. Alga salju akan kehilangan sumber nutrisi untuk tumbuh serta menyebabkan pencairan salju lebih lanjut.

"Salju hijau ganggang mekar mencerminkan 45 persen dari terpaan radiasi. Sementara, salju putih mencerminkan 80 persen, sehingga meningkatkan laju salju yang meleleh di area terlokalisasi," kata Gray.

Meluasnya ganggang hijau yang mekar, membuat salju hijau menyelimuti dataran tinggi di Antartika dengan menunjukkan efek dari hilangnya ganggang di permukaan laut.

Dengan lebih banyak populasi ganggang hijau yang mekar, berarti jumlah karbondioksida yang diserap lebih banyak. Tanaman memang berdampak kecil namun bisa merugikan albedo lokal, yaitu banyaknya panas Matahari yang dipantulkan kembali dari permukaan Bumi ke atmosfer.

Tag: wisata jalan-jalan

Bagikan: