Biaya Perjalanan Ibadah Haji Bisa Buat Tahun Depan atau Dikembalikan

Tim Editor

    Menteri Agama Fachrul Razi (Dok. Kemenag)

    Jakarta, era.id - Seiring keluarnya kebijakan pembatalan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini akan menjadi jemaah haji tahun depan tanpa kenaikan biaya.

    Setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). "

    Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442H/2021M,” jelas Menteri Agama Fachrul Razi, Selasa (2/5/2020).

    Selain itu, jika ada jemaah yang ingin batal menunaikan ibadah dalam rukun Islam kelima itu, maka uang setoran akan dikembalikan.

    “Setoran pelunasan Bipih juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji,” sambungnya.

    Bersamaan dengan terbitnya KMA ini, lanjut Menag, Petugas Haji Daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkan akan dikembalikan.

    “Gubernur dapat mengusulkan kembali nama PHD pada haji tahun depan," sambung Menag.

    Bersamaan dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama ini, lanjut Fachrul, Petugas Haji Daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkan akan dikembalikan. 

    “Gubernur dapat mengusulkan kembali nama PHD pada haji tahun depan,” urai Menag.

    Hal sama berlaku bagi pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) pada penyelenggaraan haji tahun ini. Statusnya dinyatakan batal seiring terbitnya KMA ini. Bipih yang dibayarkan akan dikembalikan. KBIHU dapat mengusulkan nama pembimbing pada penyelenggaraan haji mendatang.

    “Semua paspor Jemaah haji, petugas haji daerah, dan pembimbing dari unsur KBIHU pada penyelenggaraan ibadah haji 1441 hijriah atau 2020 mashehi, akan dikembalikan kepada pemilik masing-masing,” ucapnya.

    Menag menyampaikan simpati kepada seluruh jemaah haji yang terdampak pandemi COVID-19 tahun ini. Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, selain Siskohat, Kemenag juga telah menyiapkan posko komunikasi di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kemenag juga tengah menyiapkan WA Center yang akan dirilis dalam waktu dekat.

    “Keputusan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian Covid-19 ini segera usai,” pungkas Menag.



     

    Tag: naik haji

    Bagikan :