Wanita Muslim Kena Diskriminasi, Pesan Starbucks Dapat Gelas Tulisan ISIS

Tim Editor

Kopi Starbuck bertuliskan ISIS (Foto: CNN)

Jakarta, era.id - Seorang wanita Muslim mengajukan tuntutan diskriminasi terhadap barista Starbucks. Ia merasa dilecehkan lantaran gelas kopi plastik pesanannya ditulis kata ISIS (kelompok ekstreme yang mengatasnamakan agama Islam).

Wanita berhijab bernama Aishah mulanya datang ke Starbucks Midway Target, area yang dikelola perusahaan berbasis di Minnesota. Wanita berusia 19 tahun itu memesan dan meminta barista Starbucks untuk menuliskan namanya di gelas kopi tersebut. 

"Saat saya melihatnya, saya sangat emosi. Saya merasa diremehkan dan dihina. Ini menghancurkan reputasi Muslim di seluruh dunia. Saya tidak percaya bahwa di zaman sekarang ini, sesuatu seperti ini tidak bisa dianggap dan diterima," ungkap Aishah yang dikutip dari CNN, Kamis (9/7/2020).

"Insiden itu terjadi pada 1 Juli 2020, di Starbucks Target St. Paul-Midway," lanjut Aishah. 

wanita muslim besi starbucks
Wanita yang mendapatkan diskriminasi (Foto: CNN)

Meski ia memakai masker, Aishah sudah berulang kali melontarkan namanya ke barista tersebut tanpa mengejanya. 

"Ketika dia menanyakan namaku, aku perlahan mengulanginya beberapa kali. Sangat tidak mungkin dia mendengarnya jadi ISIS. Aishah sangat mudah dikenal dan aku mengulanginya berkali-kali," ujar Aishah.

Saat itu Aishah tidak diam begitu saja. Dia mengadukan kasus ini terhadap sang manager Starbuck. Namun bukannya dapat pembelaan justru manager gerai kopi malah menyalahkan Aishah. 

"Saya merasa terhina. Saya merasa sangat marah," kata Aishah.

Barista itu mengklaim jika Aishah pada saat itu tidak melontarkan ucapan nama dengan benar. Bahkan, barista itu mengelak bahwa kesalahan kadang-kadang kerap terjadi terhadap tulisan nama pelanggan.

Aishah mengatakan bahwa dirinya segera mengajukan keluhan resmi kepada Starbucks Midway Targe dan belum menerima tanggapan. Starbucks Midway Target tidak segera menanggapi keluhan resmi dari Aishah.

Hingga akhirnya, juru bicara Starbucks Midway Targe buka suara terkait masalah tersebut.

"Semua orang yang berkunjung di sini merasa disambut, dihargai dan dihormati dan kami sangat melarang diskriminasi dan pelecehan dalam bentuk apa pun. Kami sangat menyesal atas pengalaman tamu di gerai kami dan segera meminta maaf kepadanya ketika dia membuat kami sadar akan situasi seperti ini,"  jelas juru bicara Starbucks Midway Target.
 
"Kami telah menyelidiki masalah ini dan percaya bahwa itu bukan tindakan yang disengaja tetapi kesalahan yang disayangkan tapi bisa dihindari dengan klarifikasi. Kami mengambil tindakan yang sesuai dengan anggota tim, termasuk pelatihan tambahan, untuk memastikan ini tidak akan terjadi lagi" tambahnya.

Council on American-Islamic Relation (CAIR) dan Dewan Hubungan Amerika-Islam menyerukan pemecatan terhadap dua karyawan Starbucks yang terlibat dalam insiden tersebut.

Jaylani Hussein, direktur eksekutif CAIR Minnesota, membantah klarifikasi tersebut. Ia beranggapan kesalahan bukan karena ketidaksengajaan semata. 

"Ini bukan kesalahan sederhana," kata Hussein.

Sementara itu, Aishah mengaku bahwa pegawai Starbucks itu tidak pernah bertanya bagaimana susunan huruf pada namanya. Dia juga mengatakan tidak ada seorang pun dari barista maupun manajer dari  Starbuck Midway Target yang menghubunginya untuk meminta maaf.

Tag: starbucks dilarang di rest area krisis moneter hari perempuan internasional

Bagikan: