Burger King Produksi Daging Sapi yang Lebih Ramah Lingkungan

Tim Editor

Ilustrasi salah satu restoran Burger King (Wikipedia)

Jakarta, era. Id - Waralaba makanan cepat saji Burger King menambahkan daun serai ke pakan sapi di peternakan mereka agar daging sapi yang mereka kelola bisa dianggap ramah lingkungan.

Seperti dilaporkan Associated Press, pada Selasa (14/7/2020) Burger King mengumumkna bahwa sapi yang mereka ternakkan menghasilkan 33% lebih sedikit gas metana.

Sapi menghasilkan gas metana sebagai sisa pencernaan. Bagi waralaba bisnis makanan dengan bahan daging atau susu sapi hal ini menjadi rintangan karena gas metana dianggap menyumbang dampak negatif dari perubahan iklim.

Emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian di Amerika Serikat, menurut Badan Proteksi Lingkungan (EPA), menyumbang 9,9 persen dari total emisi gas rumah kaca di AS pada tahun 2018. Angka tersebut seperempatnya disumbang oleh gas metana dari sapi ternak, hasil proses pencernaan bernama "enteric fermentation".


Program daging sapi ramah lingkungan dari Burger King (Twitter/ChewBoom)

Burger King bekerjasama dengan para peneliti dari Autonomous University di Mexico dan University of California, Davis, untuk menguji dan menciptakan formula penambahan 100 gram daun serai ke pakan sapi. Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa daun serai membantu para sapi untuk menghasilkan lebih sedikit gas metana selagi mereka mencerna makanan.

Pada Selasa lalu, Burger King juga memperkenalkan produk burger Reduced Methane Emmissions Beef Whopper, yang daging hamnya - suatu bagian penting dari burger, selain roti, tomat, keju, bawang, dan mayonaise - dibuat dari sapi yang menghasilkan lebih sedikit gas metana. Produk ini baru bisa dicoba di beberapa restoran di kota-kota di Amerika Serikat, yaitu Miami, New York, Austin, Portland, dan Los Angeles.

Tag: burger king

Bagikan: