Pemilu 1999, Pertama Setelah Reformasi

Tim Editor

Ilustrasi (kpu.go.id)

Jakarta, era.id - Sejak merdeka tahun 1945, Indonesia sudah melaksanakan Pemilu sebanyak 11 kali. Itu terhitung mulai dari pemilu pertama di tahun 1955 hingga pemilu tahun 2014 lalu. Dengan begitu, Pemilu 2019 adalah gelaran ke 12 yang akan dilakukan di Indonesia.

Yang menarik adalah ketika Presiden Soeharto lengser dari jabatannya pada 1988. Setelah dia lengser dan digantikan wakilnya, BJ Habibie, kondisi politik Indonesia mencair. Yang tadinya partai peserta pemilu hanya tiga, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golongan Karya, dan Partai Demokrasi Indonesia, kemudian bertambah menjadi puluhan.

Pemilu ini digelar sebagai salah satu syarat tegaknya reformasi dan runtuhnya orde baru. Selain itu, gelaran pesta politik lima tahunan ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan internasional dan mengembalikan kepercayaan publik. 

Saat keran demokrasi dibuka ini, ada 141 partai politik yang langsung mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM. Namun, hanya 48 yang lolos dan bisa ikut Pemilu. Pemilu kemudian digelar pada 7 Juli 1999 dan diikuti 48 partai politik. Kala itu, jumlah pemilih yang ikut Pemilu mencapai 105.786.661 suara. Jumlah ini nantinya akan dibagi sesuai dengan total 462 kursi di parlemen.

Setelah penghitungan, ada 18 partai politik yang masuk ke parlemen. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri menjadi pemenang Pemilu kali ini. Setelah pemilu ini, kemudian MPR menunjuk presidennya. Kala itu, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ditunjuk menjadi Presiden keempat.


(Infografis: era.id)

Berikut hasil perolehan partai politik di Pemilu 1999:
1. Partai Kebangkitan Ummat: 300.064 suara atau 1 kursi di parlemen.
2. Partai Persatuan Pembangunan: 11.329.905 suara atau 58 kursi di parlemen.
3. Partai Syarikat Islam Indonesia: 375.920 suara atau 1 kursi di parlemen.
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan: 35.689.073 suara atau 153 kursi di parlemen.
5. Partai Amanat Nasional: 7.528.956, suara atau jumlah kursi 34 kursi di parlemen.
6. Partai Bulan Bintang: 2.049.708 suara atau 13 kursi di parlemen.
7. Partai Keadilan: 1.436.565, suara atau 7 kursi di parlemen.
8. Partai Nahdlatul Ummat: 679.179 suara atau 5 kursi di parlemen.
9. Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis: 365.176 suara atau 1 kursi di parlemen.
10. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia: 328.654 suara atau 1 kursi di parlemen.
11. Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen: suara 345.629 atau 1 kursi di parlemen.
12. Partai Demokrasi Indonesia: 345.720 suara atau 2 kursi di parlemen.
13. Partai Golongan Karya: 23.741.749 suara atau 120 kursi di parlemen.
14. Partai Persatuan: 655.052 suara atau 1 kursi di parlemen.
15. Partai Kebangkitan Bangsa: 13.336.982 suara atau 51 kursi di parlemen.
16. Partai Daulat Rakyat: 427.854 suara atau 2 kursi di parlemen.
17. Partai Keadilan dan Persatuan: 1.065.686 suara atau 4 kursi di parlemen.
18. Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia: 364.291 suara atau 1 kursi di parlemen.

 

Tag: pemilu

Bagikan: