Pilkada Jabar, Arena Mengukur Pilpres

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Jakarta, era.id - Pilkada Jawa Barat dianggap sebagai salah satu pijakan menuju Pilpres 2019. Dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat menjadi target partai politik memenangkan pilkada dan mengukur kekuatan jelang pemilu tahun depan.

Saat ini, penduduk Jawa Barat mencapai 46.297.175 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 899 jiwa/km per segi, wilayah dengan kepadatan tertinggi keempat di Indonesia. Provinsi beribu kota Bandung ini terdiri dari 18 kabupaten dan sembilan kota.

Untuk karakteristik penduduk, Jawa Barat terdiri dari etnis Sunda (73,73 persen), Jawa (11,04 persen), Betawi (5,33 persen), Cirebon (5 persen), Batak (0,77 persen), Minangkabau (0,47 persen), dan Tionghoa (0,46 persen).

Pada pemilihan legislatif 2014, PDIP mendapat kursi terbanyak di DPRD Jawa Barat dengan 20 kursi dari 100 kursi yang ada. Partai lain yang mendapat kursi DPRD Jawa Barat yaitu Golkar (17 kursi), PKS (12), Demokrat (12), Gerindra (11), PPP (9), PKB (7), Nasdem (5), PAN (4), dan Hanura (3).

Berdasarkan data KPU, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Provinsi Jawa Barat pada Pilpres 2014 mencapai 33.045.101 jiwa. 



Pada Pilkada Jawa Barat kali ini, ada empat pasangan calon yang akan bertarung. Nomor urut satu adalah Ridwan Kamil–Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) yang didukung Partai Hanura, Partai Nasdem, PKB, dan PPP. Ridwan mendapatkan tiket menuju Pilkada Jawa Barat setelah melewati proses yang berliku. Hingga akhirnya dia mendapat cukup dukungan dari empat partai dan menggandeng Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon wakil gubernurnya.

Pasangan  nomor urut dua adalah Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung PDIP. Sebelum berkarier di politik, Tb Hasanuddin atau Kang Hasan adalah TNI Angkatan Darat berpangkat terakhir Mayor Jenderal. Sedangkan Anton merupakan purnawirawan polisi berpangkat terakhir Inspektur Jendral.

Nomor urut tiga diperoleh Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang didukung Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Sudrajat merupakan mantan anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Adapun Ahmad Syaikhu adalah Wakil Wali Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera.

Pasangan terakhir atau nomor urut empat adalah Deddy Mizwar–Dedi Mulyadi (2DM) yang didukung Partai Golkar dan Partai Demokrat. Deddy Mizwar adalah Wakil Gubernur Jawa Barat (2013-2018), sedangkan Dedi Mulyadi adalah Bupati Purwakarta dua periode.

Deddy Mizwar maju bersama Dedi Mulyadi setelah sebelumnya digadang-gadang akan maju bersama Ahmad Syaikhu.
 
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, kemenangan di Jawa Barat menjadi salah satu kunci kemenangan pada Pilpres 2019, selain harus merebut suara mayoritas pemilih di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
 
Pulau Jawa, kata Hanta, menjadi lumbung suara para partai politik mengingat banyaknya jumlah pemilih. Jumlah pemilih di Jawa dia sebut mencapai 28 persen jumlah pemilih nasional, dan jika ditambah dengan Banten serta DKI Jakarta, angkanya meroket hingga mencapai 60 persen pemilih nasional.
 
"Kenapa terbesar? karena di sini (Jawa) melibatkan 65 atau 68 persen pemilih di Indonesia. Kalau diekuivalenkan dengan kursi di DPR, mencapai 65 persen," ujar dia.
 
Pada Pilkada 2018 nanti, Hanta memprediksi semua parpol akan tetap menjaga basis suara di tiga provinsi tersebut, salah satunya untuk batu loncatan menuju pilpres 2019 mendatang.
 
Dikatakan Hanta, jika menengok hasil Pemilu 2014, pemilih di Jateng dan Jatim mayoritas pendukung fanatik Jokowi. Akan tetapi, Jabar menjadi wilayah paling cair karena perolehan suara Prabowo di Jabar tidak terpaut jauh dengan Jokowi.
 
"Berkaca pada Pemilu 2014, kalau mau melihat pemilu legislatif, siapa partai yang akan menang lihatlah pemenang di Jawa Barat. Kalau pilpres, lihatlah Jawa Timur," ucap Hanta.

Tag: pilkada 2018 pilihan asyik pilkada jabar ridwan kamil tb hasanuddin dedi mulyadi

Bagikan: