Pertarungan di Markas Kerajaan Kutai

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Grafis (era.id)

Jakarta, era.id - Kalimantan Timur akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah 2018. Ada empat pasangan yang bersaing menjadi pemimpin di provinsi tempat berdirinya Kerajaan Kutai. 

Kerajaan yang bercorak Hindu itu berdiri pada abad keempat, terletak di hulu Sungai Mahakam. Sesuai temuan beberapa bukti sejarah, Kerajaan Kutai jadi kerajaan tertua di Indonesia.

Kalimantan Timur memiliki tujuh kabupaten dan tiga kota. Ada tiga juta lebih jiwa yang hidup di sana. Sebanyak 2.925.330 jiwa di antaranya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Meski provinsi ini pernah jaya oleh Kerajaan Kutai, kini suku dari Kutai menjadi minoritas. Keberadaan mereka hanya 7,80 persen dari total populasi di Kaltim. Mayoritas penduduknya adalah pendatang dari Jawa, kemudian disusul dari Bugis, Banjar, serta Dayak.



Empat pasangan cagub-cawagub yang bersaing pada Pilkada Kaltim 2018 adalah, pertama Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail. Pasangan ini mendapt dukungan dari Golkar dan Nasdem. 

Kabar duka merundung karena pada Selasa (27/2), Nusyirwan meninggal dunia setelah terserang stroke. Kini, penggantinya tengah digodok oleh partai pendukungnya.

Pasangan nomor urut dua, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat didukung Demokrat, PKB dan PPP. Selanjutnya, pasangan nomor tiga, yaitu Isran Noor-Hadi Mulyadi. Isran Noor merupakan Bupati Kutai Timur, sedangkan Hadi adalah Anggota DPR dari Fraksi PKS. Pasangan ini didukung Gerindra, PKS, dan PAN.

Kemudian, pasangan nomor urut empat adalah Rusmadi Wongso-Safaruddin. Rusmadi adalah Sekda Provinsi Kalimantan Timur sedangkan Safaruddin adalah Kapolda Kalimantan Timur. Pasangan ini didukung oleh PDIP dan Hanura.

Masa kampanye Pilkada 2018 dimulai pada 15 Februari hingga 23 Juni. Waktu pencoblosannya dilakukan pada 27 Juni.

Pilkada 2018 adalah pilkada serentak ketiga. Tahun ini, pilkada digelar di 171 daerah, yang terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Pertama kali, pilkada digelar bersamaan pada 2015 di 264 daerah, lalu yang kedua pada 2017 di 101 daerah.

Setelah 2018, pilkada serentak bakal digelar pada 2020-2022, dan pilkada serentak secara nasional akan dimulai pada 2027 di 541 daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota.

Tag: pilkada 2018 pilkada kaltim andi sofyan-nusyirwan ismail syaharie jaang-awang ferdian rusmadi wongso-safaruddin isran noor-hadi mulyadi pilihan asyik

Bagikan: