Siapa Bakal Menang di Bumi Anoa?

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

(Ilustrasi/era.id)

Jakarta, era.id - Kabar tak sedap datang dari gelaran Pilkada Sulawesi Tenggara. Salah satu calonnya terjaring operasi tangkap tangan KPK, Rabu (28/2) kemarin. 

Dia adalah calon Gubernur Sultra Asrun yang dicokok KPK bersamaan dengan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra. Yang perlu diketahui, mereka berdua adalah ayah dan anak.

Dalam kontestasi Pilkada Sultra 2018, Asrun mendapatkan nomor urut dua berpasangan Hugua. Hugua adalah bekas Bupati Wakatobi. Keduanya didukung PAN, PDIP, PKS, Gerindra dan Hanura.

Mereka akan melawan, Ali Mazi-Lukman Abunawas yang mendapatkan nomor urut satu. Ali Mazi adalah Gubernur Sultra periode 2003-2008 dan kini pernah menjadi Ketua DPW Partai Nasdem Sultra. Sedangkan Lukman Abunawas adalah Sekda Provinsi Sultra. Keduanya didukung Golkar dan Nasdem.

Kemudian, pasangan nomor urut tiga ditempati Rusda Mahmud–Sjafei Kahar. Keduanya didukung Demokrat, PPP dan PKB. Yang menarik, Rusda merupakan mahasiswa Universitas Islam Indonesia jurusan Teknologi Tekstil. Sayang dia tidak menyelesaikan studinya. Jabatan terakhirnya adalah Bupati Kolaka Utara. Sedangkan Sjafei Kahar, adalah bupati Buton dua periode.


(Ilustrasi/era.id)

Ketiganya akan bertarung merebutkan 2,5 juta jiwa yang tersebar di 17 wilayah. Dari total warga itu, hanya 1,7 juta yang masuk daftar pemilih tetap. Secara demografi, kebanyakan warga Sulawesi Tenggara beragama Islam. Sedangkan suku bangsa yang ada di sana terdiri dari Tolaki, Buton, Muna, Morenene, dan Wawonii.

Kawasan ini terkenal karena keberadaan hewan Anoa. Dia adalah hewan endemik Sulawesi Tenggara. Hewan ini masuk kategori langka yang sudah diambang kepunahan sejak tahun 1960-an. Dalam lima tahun terakhir, keberadaan hewan ini makin sulit ditemui.

Jadi, siapa menang?


(Ilustrasi/era.id)

 

Tag: pilihan asyik pilkada 2018 pilkada sultra

Bagikan: