Kampanye Pilkada Jayawijaya, Warga Boleh Bawa Sajam

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Membawa senjata tajam di kota besar seperti Jakarta merupakan hal tabu. Apalagi senjata tersebut dibawa di muka umum saat pemilikan kepala daerah (Pilkada).

Namun berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Massa peserta kampanye di sana terbiasa membawa senjata tradisional seperti parang, panah, tombak, bahkan kampak.

Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba mengatakan, keberadaan senjata tajam pada kampanye merupakan tradisi masyarakat di wilayah Jayawijaya.

"Keberadaan alat tajam saat kampanye tidak memengaruhi karena itu budaya, dan kita sudah sampaikan kepada mereka untuk ikut menciptakan keamanan dan ketertiban," katanya di Wamena, Jayawijaya, seperti dilansir Antara, Rabu (14/3/2018).

Kendati warga sering membawa senjata tajam pada saat kampanye, namun lebih dari dua kali kampanye terbuka yang dilaksanakan oleh pasangan tunggal calon bupati dan wakil bupati Jayawijaya berjalan aman.

"Terkait pelaksanaan pengamanan kegiatan kampanye pilkada Jayawijaya yang dilakukan oleh pasangan John R Banua dan Marthin Yogobi, dari beberapa kampanye sampai saat ini berjalan dengan aman dan tertib, tadi juga saya memberikan arahan kepada masyarakat, semoga berjalan dengan baik," jelasnya.

Siang ini, kurang lebih 6.000 warga ikut kampanye pilkada. Pihak keamanan pun menyiagakan 200 personel yang terdiri dari unsur TNI-Polri guna mengamankan jalannya kampanye. 

Dari 50 persen jumlah massa yang hadir, umumnya membawa senjata tradisional seperti panah dan busur, tombak atau 'sege' serta parang dan kampak.

Tag: pilkada 2018 pilkada papua

Bagikan: