Puan Sampaikan Program Kesehatan Indonesia ke-44 Negara

Tim Editor

Puan Maharani dalam pertemuan antarmenteri di Tokyo, Jepang, Sabtu (14/4/2018). (Istimewa)

Tokyo, era.id – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menekankan pentingnya program keselamatan pasien yang diatur Undang-Undang Rumah Sakit di Indonesia. Hal itu disampaikan Puan dalam The 3rd Global Ministerial Summit on Patient Safety di Tokyo, Jepang, Sabtu (14/4/2018). 

Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 44 negara itu, Menko Puan mendapat kehormatan menyampaikan pidato pandangan pemerintah Indonesia tentang keselamatan pasien setelah tuan rumah Jepang. Jaminan keselamatan pasien dan jadi komitmen pemerintah Indonesia mewujudkan bangsa unggul dan mandiri.

“Semua pasien yang cedera wajib ditangani rumah sakit. Tidak boleh ada yang ditolak,” ucap Menko Puan, seperti dikutip era.id melalui pernyataan tertulis.

The 3rd Global Ministerial Summit on Patient Safety adalah forum global tingkat menteri yang membahas tentang keselamatan pasien dalam perawatan kesehatan. Forum ini menjadi ajang bertukar pengalaman dari beberapa negara dalam mengatasi keselamatan pasien.


Puan Maharani dalam pertemuan antarmenteri di Tokyo, Jepang, Sabtu (14/4/2018). (Istimewa)

Puan menyampaikan, untuk menjamin keselamatan pasien, pemerintah Indonesia membentuk Komite Nasional untuk Keselamatan Pasien. Pemerintah Indonesia juga membuka akses luas jaminan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat.

Baca Juga : Puan Ajak WNI Jaga Profesionalitas

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengembangkan beberapa strategi, yaitu menetapkan prioritas pencegahan dan pengendalian infeksi pada pelayanan kesehatan, menerapkan daftar pemeriksaan keselamatan bedah dari WHO untuk memastikan pasien ditangani sesuai SOP yang benar dan mengembangkan pedoman penanganan area spesifik yang memiliki risiko tinggi pada pelayanan kesehatan.

"Untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan, kami mengharuskan rumah sakit diakreditasi setiap tiga tahun guna meningkatkan kualitas dan keselamatan pasien melalui pendekatan manajemen risiko," jelas Puan.

Pada akhir pidatonya, Puan menegaskan pemerintah Indonesia berkomitmen kuat untuk menyediakan akses pelayanan kesehatan berkualitas. Komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Cakupan Kesehatan Universal (UHC) pada 2019, sejalan dengan Global UHC 2030.

Saat ini, Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia telah mencapai 74 persen penduduk atau lebih dari 195 juta jiwa. Puan juga berharap Deklarasi Tokyo tentang Keselamatan Pasien yang merupakan hasil akhir pertemuan ini dapat mendorong perubahan sistem dan praktek pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan, edukasi, kolaborasi pemerintah dan swasta, sehingga upaya keselamatan pasien dan UHC dapat tercapai secara efektif.


Puan Maharani dalam pertemuan antarmenteri di Tokyo, Jepang, Sabtu (14/4/2018). (Istimewa)
 

Tag: kemenko pmk kesehatan

Bagikan: