Nasib Poros Ketiga Setelah Ditinggal PKB

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Wacana pembentukan poros ketiga Pemilu 2019 masih belum ada juntrungannya. Poros ini tadinya diprediksi bakal diisi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. 

Dibentuknya poros ketiga ini menjadi pilihan di luar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Namun, poros ini goyang setelah PKB mengusung Jokowi sebagai capres.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan masih yakin poros ini terbentuk. Dia beralasan, makin banyak pilihan dalam suatu pesta demokrasi tentu akan lebih baik untuk pemilih 

"Rakyat dihadapkan pada banyak pilihan, lebih bagus begitu, dari pada dua pasang, lebih baik tiga pasang," tuturnya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Syarif yakin meski PKB sudah tidak bersamanya. Optimistisnya itu muncul karena penentu terbentuknya koalisi, ada saat pendaftaran calon pada Agustus nanti. Saat pendaftaran itu, bukan tidak mungkin PKB bergabung bersamanya. 

"Masih mungkin. Ini belum. Last minutes. Hutung-hitungan nya masih masuk," jelasnya.



Baca Juga : Apa kabar Poros Ketiga?

Selain itu, dia juga meyakini Agus Harimurti Yudhoyono bakal bertarung dalam Pemilu 2019. Baik untuk jadi capres ataupun jadi cawapres.

"Poros mana aja. Yang jelas AHY jadi capres atau cawapres. Kita lihat saja nanti. Poros tengah dan kiri kanan. Ya sudah pasti AHY. Sebagai capres atau cawapres,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan mengatakan, partainya akan mempertimbangkan  pembentukan poros ke tiga. Kata dia, poros ketiga ini bakal jadi pembahasan di dalam rapat kerja nasional PAN yang bakal digelar dalam waktu dekat ini.

"Akan menjadi pertimbangan di dalam Rakernas, karena tergantung pada seluruh peserta," kata Taufik.



Baca Juga : Jokowi-Prabowo Bisa Akhiri Konfrontasi Pendukung

Dia menambahkan, yang terpenting buat PAN adalah calon yang bertarung pada Pemilu 2019 lebih dari satu. Menurutnya, bila Pemilu 2019 hanya diikuti calon tunggal itu tidak ada bedanya dengan Pemilihan Kepala Daerah.

"Kalau Pilkades kan bisa lawan bumbung kosong, masa presiden untuk 250 juta orang lawan bumbung kosong ini terlalu naif. Paling tidak harus ada dua pasangan tiga pasangan. Silakan enggak ada masalah. kita mau dukung siapa itu demokrasi. Kita hormati," lanjutnya.

Untuk saat ini, ada dua poros yang sudah terbentuk. Pertama, Jokowi yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, PPP dan PKB. Sementara poros Prabowo diusung oleh Partai Gerindra dan PKS yang akan menyusul belakangan.

Tag: poros ketiga partai demokrat

Bagikan: