Untung Rugi Meliburkan Anak Sekolah Saat Asian Games

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Libur sekolah jelang Asian Games masih menjadi perdebatan, Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, juga belum satu suara terkait wacana itu. Rencana meliburkan anak sekolah dimunculkan dengan maksud mengurangi kepadatan lalu lintas selama Asian Games berlangsung.

Sandiaga ingin semua sekolah libur sembilan hari saat pelaksanaan Asian Games, tapi Anies lebih setuju hanya sekolah yang lokasinya dekat dengan venue Asian Games yang diliburkan.

Baca Juga : Anak Sekolah Libur 9 Hari Saat Asian Games

Dia menjelaskan, berdasarkan rekomendasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta, para siswa di semua sekolah disarankan libur beberapa hari saat pelaksanaan Asian Games untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Saat ini, kata Sandiaga, wacana itu masih dibahas untuk menentukan apakah selama libur para siswa akan diberi tugas meliput, atau menjadi relawan, penerjemah, pengibar bendera, dan akan diputuskan paling telat pertengahan Juni..

"Kita sudah diskusikan dengan Pak Anies. Kita akan simulasi. Pak Anies mau semua masukan itu komprehensif," kata Sandiaga, di Koja, Jakarta Utara, Selasa (17/4/2018).

Secara terpisah, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gembong Warsono, mengatakan rencana Pemprov DKI meliburkan anak sekolah saat Asian Games harus diimbangi dengan kajian. Gembong mengaku setuju anak sekolah diliburkan untuk mengerjakan tugas mengenal Asian Games, namun dia tak setuju jika anak sekolah diliburkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Kemacetan bukan karena anak sekolah, soalnya mayoritas anak sekolah itu naik transportasi umum bukan kendaraan pribadi. Jadi menurut saya enggak akan efektif," kata Gembong, kepada era.id.

Baca Juga : Teknologi Canggih untuk Asian Games

Pengamat pendidikan, Ina Liem, menilai wacana meliburkan anak sekolah saat Asian Games tidak perlu jadi perdebatan. Bagi dia, memberikan tugas terkait Asian Games di luar sekolah akan bermanfaat bagi para siswa untuk mengenal, menambah pengalaman, berlatih bersikap kritis, dan mengasah kreativitas.

"Sesekali memang perlu ada kegiatan yang tidak terstruktur, karena kegiatan tidak terstruktur justru mencetak inovator. Ini merupakan kesempatan bagi sekolah-sekolah untuk secara kreatif memberi pembelajaran bagi siswa," kata Ina, Selasa (17/4/2018).

Ina menambahkan hakikat sekolah bukan hanya untuk tempat ujian, sehingga guru-guru yang mengajar tidak perlu mengejar waktu agar materi belajar habis tepat waktu. Dia mengingatkan

"Dikurangi aja materi ajar khususnya yang hafalan yang sebetulnya bisa di-google jawabannya," ujarnya.



Infografis Asian Games (Ayu/era.id)

 

Tag: asian games 2018 100 hari anies-sandi riwayat pendidikan tri mumpuni

Bagikan: