Jadi Tersangka, Cagub Sultra Lawan KPK

Tim Editor

KPK (Tasya/era.id)

Jakarta, era.id - Mantan Wali Kota Kendari sekaligus calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK. Ia menganggap penetapan dirinya sebagai tersangka dan penahanannya tidaklah sah.

"Sidang praperadilan yang diajukan oleh tersangka ASR (Asrun) hari ini adalah penyampaian jawaban termohon yaitu KPK," ujar juru bicara KPK Febri saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/4/2018).

Febri menjelaskan, Asrun mengajukan gugatan praperadilan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.  Semenara, sidang perdana untuk kasusnya dilaksanakan pada Senin, (16/4) dengan agenda pembacaan permohonan gugatan praperadilan pemohon dan putusan akan dibacakan pada Senin, (23/4) atau Selasa, (24/4). Menurut Febri, tim Biro Hukum KPK menampik seluruh permohonan itu dalam persidangan hari ini, Selasa (17/4/2018). 

“Tindakan termohon membawa pemohon merupakan tindakan sah dan berdasar atas hukum. Hal ini terkait dengan Pasal 1 angka 19 KUHAP tentang definisi tertangkap tangan, dan bahwa sesuai Pasal 18 ayat 2 KUHAP dalam hal tertangkap tangan, penangkapan dilakukan tanpa surat perintah penangkapan,” ungkap Febri.



(Infografis politik dinasti di Kendari/era.id)

Atas alasan itu, maka pada hari ini, KPK menjawab permohonan praperadilan tersebut. Dalam jawabannya, KPK menyebut, operasi tangkap tangan terhadap Asrun sebagai tersangka sudah didasari surat perintah penyelidikan tanggal 24 November 2017.

“Dalam proses penyelidikan, termohon dalam hal ini KPK mendapatkan fakta-fakta indikasi penerimaan hadiah atau janji oleh pemohon. Tindakan termohon membawa pemohon merupakan tindakan yang sah dan berdasarkan hukum,” lanjut Febri.

Baca Juga : Suap Kendari Diduga Terkait Pilkada Sultra 2018

KPK juga membantah, penetapan alat bukti untuk menjerat mantan Wali Kota Kendari itu tak sah, karena dalil yang disampaikan pemohon adalah keliru dan tak beralasan. 

Dalam kasus ini, Asrun tertangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dia ditangkap bersama putranya, Adriatma Dwi Putra yang juga menjabat sebagai Wali Kota Kendari.

Baca Juga : Strategi Pendukung Asrun Setelah Penangkapan KPK

Adriatma disebut KPK meminta suap kepada rekanan proyek di Kendari untuk kepentingan kampanye ayahnya. Sebab meski sudah tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Kendari, KPK menduga Asrun masih memiliki banyak koneksi. 

Tag: kpk ott kpk pilkada sultra

Bagikan: