Strategi Coattail Effect di Balik Pencawapresan Cak Imin

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin makin kegeeran. Sejumlah lembaga jajak pendapat menyebut elektabilitasnya kini meroket.

Ketua DPP PKB Lukman Edy pun sesumbar menyebut ketua umumnya itu memiliki daya tawar yang tinggi dibanding cawapres lain. Padahal hasil survei Median pada 24 Maret-6 April 2018 terkait figur cawapres, elektabilitas Cak Imin 4,7 persen di bawah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (6,2 persen) dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (5,4 persen).    

Meski begitu, harus diakui keponakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengunci angka 11 juta suara nahdliyin. Itu juga yang menjadi modal besar Cak Imin pede menawarkan diri mendampingi capres petahana, Joko Widodo.

Menurut Lukman, kehadiran Cak Imin dalam kontestasi pilpres merupakan satu cara untuk PKB meraih suara optimal dalam pemilu legislatif (Pileg) 2019

Baca Juga : Cak Imin di Antara Jokowi dan Gatot


(Ilustasi: era.id)

"Pemilu serentak itu berimplikasi kuat kepada coattail effect. Nah sekarang sudah mulai kelihatan coattail effect itu tidak menunggu lagi Pemilu 2019," kata Lukman di Jakarta, Rabu (18/4).

Berbagai cara menuju kursi RI-2 lewat gerbong koalisi yang dimotori PDIP pun dilakukan Cak Imin. Seperti berziarah ke makam Taufik Kiemas, mendiang suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Minggu (25/3). 

Baca Juga : Cak Imin Ziarah Sambil Lempar Kode Cawapres


Cak Imin di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Jafriyal/era.id)

Saat itu, Cak Imin datang ke Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, dengan mengenakan batik merah. Menurutnya, batik tersebut merupakan salah satu cara membangun chemistry jika dirinya dipilih mendampingi Jokowi.

"Saya perlu bertemu meskipun dalam suasana ziarah, untuk menangkap spirit rekonsiliasi, kebersamaan dan saling berbagi," ujar Cak Imin, di TMP Kalibata, Minggu (25/3).

Baca Juga : Cak Imin Ziarah Sambil Lempar Kode Cawapres


(Muhaimin Iskandar, Foto: Istimewa)

Baca Juga : Sambutan Baik PDIP buat 'Join-nya' Cak Imin

Tak sampai di situ, pada awal April 2018, Cak Imin makin pede mempromosikan dirinya sebagai cawapres lewat peresmian posko Relawan Joko Widodo-Muhaimin Iskandar (Join). Hal itu pun ditanggapi positif oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurutnya, peresmian posko yang diinisiasi Cak Imin itu akan berpengaruh positif buat pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

Meski mengaku memiliki pamor tinggi sebagai cawapres, Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Vivi Zabkie menyebut bahwa untuk posisi cawapres, Gatot Nurmantyo masih menjadi favorit. 

Mantan Panglima TNI itu mendapat elektabilitas 17,5 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono 8,7 persen, Anies Baswedan 8,6 persen, TGB Zainul Madji 6,2 persen, Abraham Samad 4,1 persen, Tito Karnavian 3,9 persen, Muhaimin Iskandar 1,7 persen, dan Rizal Ramli 1,1 persen.

"Ini adalah tiga nama teratas yang dipikirkan masyarakat sebagai calon walaupun sebagian besar masyarakat belum memutuskan soal calon wakil presiden ini (53,5 persen)," jelas Vivi.

Cak Imin pernah berkelakar akan mengunci pintu dalam kamar jika dirinya tidak dipilih menjadi cawapres Jokowi. Aduh, ada-ada saja ya...

Baca Juga : Ekspresi Patah Hati Cak Imin

Tag: cak imin

Bagikan: