Peringatan 20 Tahun Reformasi: BBM Naik, Medan Rusuh

Tim Editor

Ilustrasi kerusuhan di Kota Medan (Rahmad/era.id)

Kenaikan harga BBM benar-benar bikin rakyat marah. Di Medan, terjadi demo besar-besaran menentang kenaikan BBM. Tapi demo itu berujung aksi perusakan dan penjarahan. Dalam serial panjang peringatan 20 tahun reformasi ini, kami ajak kamu mengingat lagi peristiwa 20 tahun silam, Selasa 5 Mei 1998.

Jakarta, era.id - Medan bergejolak. Ribuan mahasiswa di Medan menggelar aksi keprihatinan setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan dan tarif listrik. Tapi kali ini yang ikut demo bukan cuma mahasiswa saja, warga Medan bergabung juga dalam aksi itu.

Peringatan 20 tahun reformasi memang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peristiwa di Kota Medan. Demo tadi itu berujung anarkis dan berubah jadi kerusuhan. Semua berawal dari bentrokan dengan aparat keamanan dan diakhiri dengan aksi penjarahan. ABRI menilai tindakan masyarakat kali ini tidak dapat ditolerir lagi.

"Tindakan para pelaku unjuk rasa tidak bisa ditolerir lagi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Pangdam I Mayjen TNI Ismed Yuzairi selaku Ketua Bakorstanasda Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) seperti dikutip dari Pikiran Rakyat 6 Mei 1998.

Sekitar 1.500 mahasiswa IKIP Medan turun ke jalan menolak kebijakan kenaikan tarif listrik dan BBM. Mereka bergabung dengan massa kemudian melakukan perusakan dan pembakaran di Jl Pancing, Jl Prof Myamin, Jl Letda Sujono, Jl. AR. Hakim dan Jl Mandala. Sebenarnya aksi sudah berlangsung sejak Senin (4/5/1998) malam. Mahasiswa IKIP yang nekat terjun ke jalan bentrok dengan aparat keamanan pada Senin pukul 22.00 WIB. Kerusahan tak dapat dihindari.

Baca: 20 Tahun Lalu, Mahasiswa Tolak Tunggu Reformasi 2003

Kerusuhan semakin menjadi-jadi keesokan harinya. Selasa pukul 09.00 WIB, massa mulai menyerang Polsek Percut Sei Tuan. Pukul 09.40 WIB massa bergerak ke lain arah, sekitar 600 orang menuju galon minyak Jl Menteng. 09.45 WIB massa membakar empat mobil di pintu tol Bandar Selamat.

Pergerakan massa semakin tidak terkendali. Pukul 10.30 WIB warga melempari Satelit Palapa di Jl Letda Sujono. Aksi perusakan malah tidak berhenti hingga larut malam.


Infografis kerusuhan di Medan tahun 1998 akibat pengumuman kenaikan BBM (Rahmad/era.id)

Akibat kejadian itu, ratusan ruko hancur terbakar. Sementara, enam mobil polisi dibakar dan belasan mobil yang sedang terparkir di Aksara Plaza, Buana Plaza, di Jl Letda Sujono dan Mandala rusak parah. Sebanyak 59 pelaku perusakan dan pembakaran ditangkap, termasuk tujuh orang dari kalangan mahasiswa. 

Baca: Menuntut Kasus Penculikan Aktivis Segera Terbongkar

Merujuk pada cerita wartawan Antara Biro Medan yang jadi saksi, ribuan penduduk yang terdiri dari anak-anak hingga ibu rumah tangga menjarah barang-barang dari empat gudang besar yang ditinggalkan pemiliknya. Dalam kejadian ini, tercatat dua unit rumah dibakar, lima toko dirusak, 22 toko dibakar, serta 10 mobil dan satu sepeda motor rusak terbakar. 

Bentrokan di Yogyakarta

Dalam peringatan 20 tahun reformasi ini, kami juga akan menceritakan peristiwa yang terjadi di Yogyakarta pada hari yang sama. Di kota ini, bentrokan juga terjadi di depan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sekitar 1.000 mahasiswa menggelar aksi sejak pagi dan dibubarkan paksa oleh petugas pukul 17.00 WIB. Mereka terus bertahan meski petugas sudah menyemprotkan air bercampur zat kimia yang bisa bikin kulit gatal-gatal.

 

Tag: peringatan 20 tahun reformasi

Bagikan: