Anggaran Stadion BMW Dipertanyakan, Sandi Sebut Tak Beratkan APBD

Tim Editor

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta (LEO/era.id)

Jakarta, era.id - Alokasi dana dalam RAPBD DKI 2018 kembali menuai sorotan karena terdapat alokasi anggaran Rp18 miliar untuk pembangunan stadion Internasional Bersih Manusiawi Wibawa (BMW). Alokasi anggaran itu dipertanyakan karena Sandiaga pernah berjanji pembangunan stadion BMW tidak akan menggunakan APBD.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa anggaran itu merupakan biaya estimasi final business case, atau kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Anggaran Rp18 miliar itu merupakan salah satu bagian dari KPBU untuk dana konsultasi pembangunan stadion.

"Di KPBU ada sekitar 2-5 persen perkiraan total estimasi biaya yang harus disediakan Pemprov," kata Sandiaga, di Balai Kota Jakarta, Senin (27/11/2017).

Sandiaga menjelaskan, pembangunan Stadion BMW merupakan proyek besar, sehingga dia tidak ingin menggunakan APBD.

"Konsepnya public private partnership ini serius banget kami tidak ingin memberatkan APBD karena bisa sampai Rp2 triliun," ujar Sandiaga.

Anggaran Rp2 triliun dalam APBD, kata Sandi, lebih baik difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, alokasi dana sebesar Rp18 miliar untuk pembangunan stadion BMW disoroti pengguna media sosial dengan akun @digembok. Pasalnya, Pemprov DKI dinilai ingkar janji karena memasukkan pembangunan stadion dalam RAPBD.

Tak hanya itu, biaya konsultasi sebesar Rp18 miliar itu pun dipertanyakan karena rancangan bentuk stadion yang megah sudah ada sejak era Gubernur Joko Widodo.

Bagikan: