Kaitkan Gunung Semeru Meletus dengan Habib yang Diusir, Yusuf Muhammad Semprot Imam Mu'ti: 'Bandit bersorban' yang Nyamar Jadi Ulama

| 09 Dec 2021 13:50
Imam Mu'ti dan Erupsi Gunung Semeru. (Foto: Antara)

ERA.id - Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi pernyataan anggota Aliansi Ulama Madura, Imam Mu'ti yang mengaitkan pengusiran habib dengan letusan Gunung Semeru di Lumajang pada Sabtu (4/12).

Yusuf meminta masyarakat untuk setop melebeli Imam Mu'ti dan kawan-kawannya sebagai ulama. Menurut dia, dari pernyataan tersebut tak ada sedikit pun ciri-ciri sebagai ulama.

"Stop labeli orang kayak gini sebagai ulama! Sedikitpun tak ada ciri2 ulama kecuali hanya topeng yg digunakan," cuit Yusuf Muhammad di akun Twitternya, Kamis (9/12/2021).

Ia bahkan menyebut Imam Mu'ti dan kawan-kawannya sebagai "bandit bersorban" yang menyamar sebagai ulama.

"Mereka tak lebih dari kumpulan "bandit bersorban" yang menyamar sebagai ulama. @DPR_RI," lanjut dia.

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR bersama Aliansi Ulama Madura (AUMA) pada Selasa (7/12), Imam Mu'ti menyebut bahwa sebelum Gunung Semeru meletus ada ulama bernama Habib Muhdlor yang diusir dari tempat tinggalnya.

Habib Muhdlor disebutkan sebagai guru ngaji awalnya tinggal di sebuah rumah waqaf di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Namun, tiga hari sebelum Semeru meletus, Habib Mudhor diusir oleh salah satu anak dari pemilik rumah yang katanya di-waqaf-kan tersebut.

"Dikabarkan 40 orang desa yang mengusir Habib Muhdlor menghilang semua, namun sekarang Habib Muhdlor dalam keadaan selamat. Itu kejadian tiga hari sebelum meletusnya Gunung di Lumajang," kata Imam Mu’ti. 

Imam Mu'ti lantas menilai bahwa pengusiran habib tersebut merupakan suatu tindakan kebencian kepada seorang keturunan Nabi Muhammad. 

Namun, pernyataan Imam Mu'ti itu dibantah lewat video klarifikasi dari seseorang bersama Habib Mudhlor yang katanya diusir oleh warga. 

Orang dalam video tersebut mengatakan bahwa Habib Mudhlor tersebut tidak diusir warga, melainkan pindah secara sukarela. 

"Jadi minta tolong, jangan sampai ada penggiringan opini yang ke sana ke mari. Soalnya, termasuk saat ini, masyarakat Lumajang sedang tertimpah musibah. Jadi permasalahan habib ini jangan dikait-kaitkan dengan musibah tersebut," kata orang dalam video tersebut.

Rekomendasi