Semua Gara-gara Sandal Jepit!

Tim Editor

Ilustrasi (Arno Mahendra/era.id)

Jakarta, era.id - Gara-gara sandal jepit, Adul dan istrinya, Zubaidah bertengkar. Sang istri kesal melihat postingan Adul di media sosial yang dianggapnya melecehkan Islam. 

Dalam postingan itu, Adul memposting foto sandal jepit dengan tulisan bahasa Arab, "yamin dan syimal". Zubaidah yang tak tahu arti dari tulisan berkhat Arab Kufi itu menyebut Adul telah melecehkan agama Islam. Padahal, arti sebenarnya yamin artinya kiri dan syimal adalah kanan. 

Fanatisme berlebihan tanpa dasar memang tak bisa dibenarkan. Sebagaian besar umat Islam di seluruh dunia sepakat, Alquran menggunakan bahasa Arab. Namun sebagian orang salah kaprah dengan menyamaratakan semua yang berbau Arab adalah Islam.

Dikutip dari Suara Muhammadiyah, Edisi 21-04, bahasa Arab merupakan bahasa kontemporer yang masih mengalami proses perubahan dan perkembangan (bisa bertambah dan berkurang). Sedangkan bahasa Alquran adalah bahasa klasik yang sudah baku.

Baca Juga : Mencegah Islamophobia Pasca Serangan Teror


Sandal jepit bertuliskan bahasa Arab. (Foto: Istimewa)

Secara struktur, bahasa Arab tersusun dari kalimat, kata dan huruf tanpa ada ikatan yang kuat. Sedang bahasa Alquran terikat dalam kitab, surat, ayat, kalimat, kata, dan huruf.

Baca Juga : Mencari Komeng di Kala Sahur

Pertengkaran antara Zubaidah dan Adul soal ekslusivitas bahasa Arab mengingatkan kita dengan salah satu adegan pada sinetron komedi Bajaj Bajuri, di mana dalam sebuah acara selametan, warga kebingungan mencari ustaz untuk memimpin doa bersama.

Warga yang bingung kemudian menyuruh Said--salah seorang warga keturunan Arab--untuk meminta pamannya yang notabene asli Arab memimpin doa bersama. Terjadilah dialog antara Said dan pamannya dengan menggunakan bahasa Arab.
 

Baca Juga : Ketika Soekarno Sahur Nasi Goreng Jelang Proklamasi

Warga yang tak tahu arti dari ucapan pamannya Said yang berbahasa Arab, berpikir hal itu adalah sebuah doa. Mereka kemudian menengadahkan tangan sambil berucap "amin" (kabulkanlah). Sontak aksi para warga itu membuat Said dan pamannya keheranan.

Lagi-lagi fanatisme bahasa Arab, tanpa tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu bisa menimbulkan salah paham. Karena menjadi Islam bukan berarti menjadi kearab-araban, sebab menjadi kearab-araban belum tentu Islam. 

Tag: viral anak nonton porno

Bagikan: