Merasakan Tarawih di Masjid Terbesar Roma

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Masjid Roma (Centro Islamico Culturale d'Italia)

Roma, era.id - Pengalaman pertama salat Tarawih di masjid terbesar di Roma, sangat mengesankan. Kebetulan, suhu Roma jelang akhir musim semi sangat bersahabat, di atas 10 derajat celcius.

Masjid Roma atau Moschea berdiri sejak Juni 1995 di kota dengan mayoritas masyarakat yang beragama Katolik tersebut. Di Roma, gereja berada hampir di setiap sudut kota.

Moschea dibangun atas sumbangan banyak negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bangunannya berdiri di atas lahan sekitar 30.000 meter persegi.

Selain tiga negara tersebut, sumbangan pembangunan Masjid Roma diberikan dari Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Bangladesh, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Kuwait, Libya, Maroko, Mauritania, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, dan Yaman.

Imam besar Masjid Roma, Salah Ramadan, menyampaikan sumbangan dari berbagai negara itu mencapai 50 juta dolar AS untuk membangun fasilitas ibadah dan belajar bagi umat Islam di Italia.

"Sumbangan yang cukup besar pada waktu itu untuk membangun masjid dan pusat pembelajaran Islam (Islamic Centre) ini," kata Salah, kepada Antara, yang sangat fasih berbahasa Inggris, selain bahasa Arab dan Italia.

Baca Juga: Toleransi Umat Beragama di Tanjung Priok


Masjid Roma (Centro Islamico Culturale d'Italia)

Berkembang 

Salah menyampaikan, jumlah umat Islam di Italia tidak sebanyak di London (Inggris). Total muslim di negara yang dipimpin PM Paolo Gentiloni itu sekitar 1,5 juta orang, di antaranya lebih dari 100.000 orang asli Italia yang menganut agama Islam.

Kendati demikian, menurut Salah, Masjid Roma adalah masjid terbesar di Uni Eropa dengan segala fasilitasnya.

Tidak hanya masjid besar yang terletak di lantai dua yang bisa menampung lebih dari 3.000 jemaah dan dibuka hanya pada salat Jumat, bulan puasa, dan Idul Fitri serta Idul Adha.

Baca Juga: Bisa, Ajari Anak Berpuasa Tanpa Imbalan

Untuk ibadah harian, disediakan masjid di di lantai 1 yang bisa menampung 100 jemaah. 

"Tiap minggu ada saja yang berpindah agama ke Islam, 1 hingga 2 orang. Alhamdulillah," katanya.

Mereka yang baru masuk Islam biasanya orang asli Italia atau pendatang dari negara Eropa lainnya.

Penduduk muslim lainnya di Italia sebagian besar adalah pendatang dari Mesir, Maroko, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, dan negara lain di Afrika. Warga muslim pendatang inilah yang setiap harinya memenuhi Masjid Roma untuk beribadah, mengaji dan menghafal Alquran, serta bersilaturahim.

Pada Ramadan tahun ini, di Masjid Roma disediakan buka bersama dan lomba hafiz Alquran. Pada bulan puasa, jemaah Masjid Roma bisa mencapai 1.000-3.000 orang.

Adapun waktu tarawih di Roma dimulai sekitar pukul 23.00 waktu setempat atau sekitar pukul 04.00 WIB. Pada musim semi menjelang musim panas, matahari di Italia baru tenggelam pukul 20.30.

Sebagian besar jemaah berdatangan sebelum salat Isya dimulai pukul 22.30. Pada salat Idul Fitri, kata Salah, jemaah membeludak hingga memenuhi masjid tersebut.

Bagikan: