Anies: Banjir Jakarta Tergantung Volume Air Hujan

Tim Editor

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (LEO/era.id)

Jakarta, era.id - Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali kini tengah siaga banjir dan tanah longsor akibat siklon tropis cempaka. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui, pihaknya juga tengah siaga terhadap banjir di sejumlah titik di ibu kota.

Ada tiga instruksi utama yang dilakukan Pemprov untuk menghadapi banjir.

"Ada instruksi untuk melakukan tiga langkah utama, pertama siap, kedua tanggap, ketiga galang. Ketiga kata kunci ini dipegang oleh semua aparat di DKI," kata Anies usai rapat koordinasi siaga banjir dan tanah longsor, di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta.

Siap, menurut Anies, artinya posko di seluruh DKI dalam posisi siap. Jika terjadi tanda-tanda bencana harus tanggap, dan menggalang semua sumber daya yang ada. Dalam pemantauan banjir di Jakarta, Anies beserta jajarannya akan melakukan koordinasi secara berkesinambungan.

"Kemudian kita juga melakukan koordinasi langsung 24 jam, namanya siaga Jakarta. Kalau ada tanda-tanda kenaikan air itu di-update secara reguler," ujar Anies, Rabu (29/11/2017).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menerangkan, sejauh ini kondisi Jakarta masih tergantung pada volume air hujan. Anies mengimbau masyarakat untuk selalu siaga hadapi banjir.

"Tentu itu semua amat tergantung dengan volume hujan air yang turun, kita berdoa saja, tapi posisi kita siaga agar terhindar dari segala macam bencana," jelas Anies.

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian. Rapat tersebut membahas siaga darurat banjir dan tanah longsor yang terjadi di Indonesia akibat siklon tropis cempaka, Rabu (29/11/2017). Rapat yang diadakan sejak pukul 11.30 WIB masih berlangsung hingga saat ini.

Bagikan: