Tangan SBY di Ujung Hidung Gatot Nurmantyo

Tim Editor

Gatot mencium tangan SBY (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Beredarnya foto mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi perbincangan. Di media sosial, netizen menanggapi foto itu dengan beragam.

Yang melek politik langsung mengaitkannya dengan pemilu, yang doyan klenik langsung membandingkan kesaktian ilmu SBY dan Gatot. Dan yang hobi gosipnya udah enggak ketolong, langsung cari-cari tahu, mungkinkah SBY masih punya anak selain Ibas dan Agus untuk dijodohkan dengan anak Gatot?!

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Rachland Nashidik, foto itu diambil ketika Gatot dan SBY bertemu dalam acara buka puasa bersama di kediaman pengusaha Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).

Enggak ada yang perlu dipersoalkan dari foto tersebut. Rachland bilang, sebagai orang yang lebih muda, sangat wajar jika Gatot menunjukkan rasa hormatnya dengan mencium tangan SBY. Memang, dalam garis kemiliteran, Gatot adalah junior SBY. Mungkin itu alasannya.

"Setiap yang tahu tata krama tentu akan tunjukkan hormat pada yang lebih tua. Pak Gatot tahu tata krama," kata Rachland dihubungi era.id, Minggu (3/6/2018).

Lalu, bagaimana jika peristiwa ini dilihat secara politik? 

Kata Rachland, enggak bisa dihindari memang, jelang pilkada dan pemilu, semua hal bisa digoreng menjadi isu politik. Ya, apalagi hingga saat ini partai-partai politik masih belum juga memastikan langkah politik mereka.

"Secara politik artinya Pak Gatot mengakui kewaskitaan Pak SBY, khususnya peran penting Pak SBY dalam ikut menentukan percaturan politik aktual serta kontestasi di 2019 nanti," kata dia.


Ilustrasi Gatot Nurmantyo (era.id)


Peluang Gatot di Poros Ketiga

Nama Gatot sendiri kerap muncul sebagai kontestan pemilu, entah sebagai calon presiden atau pun calon wakil presiden. Di sejumlah lembaga survei, nama Gatot begitu sering muncul. Selain itu, sejumlah elemen masyarakat juga sudah mendeklarasikan diri untuk mendukung Gatot maju di Pemilu 2019.

Gatot pun diketahui telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan sejumlah partai politik untuk membahas perpolitikan nasional dalam beberapa waktu ke depan. Lalu, mungkinkah Gatot berpeluang untuk maju bersama SBY, Partai Demokrat, dan mereka-mereka yang kabarnya tergabung dalam poros ketiga.

Kalau merujuk omongan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarif Hasan, rasanya sangat mungkin. Syarif bilang, partainya tentu akan mempertimbangkan keberadaan Gatot dalam peta perpolitikan nasional saat ini. 

"Pak Gatot pada saat jadi panglima bagus. Tapi kan bukan itu saja faktornya. Banyak faktor menjadi konsideran dari partai. Kita lihat saja, masih cair sekali," katanya di Gedung DPR, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Sementara itu, terkait pencalonan nama Gatot sebagai calon presiden dari koalisi keumatan alumni 212, Syarif mengaku enggak ambil pusing. Yang jelas, Syarif bilang, Partai Demokrat enggak tertarik bergabung dalam koalisi tersebut. "Silakan saja itu domainnya koalisi keumatan yah. Kami tidak ikut didalam persoalan itu," jelas Syarif.

Menurut Syarif, partainya hingga kini masih terus mengupayakan terbentuknya poros ketiga. Dia menilai, sepanjang komunikasi politik antar sesama partai politik dan tokoh-tokoh potensial masih berjalan, maka segala kemungkinan masih terbuka.

"Sepanjang segala sesuatu masih cair sampai sekarang. Sepanjang belum ada janur kuning yang berkibar kemungkinan masih banyak," tuturnya.

Ikatan dengan SBY

Lebih lanjut, Syarief menyebut adanya ikatan emosional yang cukup kuat di antara Gatot dan SBY. Enggak cuma itu, Gatot dan SBY juga diketahui bisa bekerja sama dengan baik. Terbukti, bagaimana karir militer Gatot mulai meroket di masa pemerintahan SBY.

Berbagai posisi ditempati Gatot sepanjang pemerintahan SBY, mulai dari Gatot masih berbintang dua dan menjabat Pandam Brawijaya, hingga tiga bintang didapat Gatot dalam posisinya sebagai Pangkostrad, hingga puncaknya adalah ketika Gatot menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) dengan empat bintang  di bahunya.

"Di TNI itu ikatan moralnya sangat kuat antara junior dan senior. Antara atasan dan anak buah pasukan. Sangat erat. Jadi kemarin momen yang kita saksikan itu menurut saya hubungan emosional antara seorang senior dan junior," ucapnya.

Kendati begitu, Syarif mengaku enggan berspekulasi terkait pertemuan keduanya dapat diartikan dukungan Partai Demokrat kepada Gatot. Sebab, katanya, belum ada pembahasan di internal partai memasukan nama Gatot sebagai figur yang akan diusung pada Pilpres 2019.

"Jangan diartikan yang lain-lain dulu lah. Saya pikir tidak ada. Itu kan acara silaturahmi," tuturnya.

Tag: sby e ktp gatot nurmantyo pemilu 2019 partai demokrat poros ketiga

Bagikan: