Mengenal Joint Venture: Pengertian, Ciri-ciri, dan Modal yang Digunakan

ERA.id - Mungkin istilah joint venture masih terkesan asing bagi sebagian orang. Adapun pengertian joint venture menurut peraturan Indonesia adalah usaha patungan. Untuk lebih lanjut, simak pengertian mengenai usaha patungan ini lebih lanjut.

Pengertian Joint Ventures

Joint venture merupakan istilah dari usaha gabungan antara dua atau beberapa perusahaan dengan tujuan menjalin bisnis bersama dalam bentuk kebersamaan pada sebuah perusahaan, baik itu perusahaan yang sudah dibentuk maupun perusahaan yang hendak didirikan. Dengan kata lain, perusahaan joint venture merupakan perusahaan patungan.

Sunaryati Hartono (dalam Hasanudin, 2010: 14), istilah joint venture digunakan sebagai istilah verzamelnaam untuk bermacam-macam kerja sama antara penanaman modal nasional dengan penanaman modal asing. Joint venture juga dikenal dengan istilah lain seperti international enterprise, foreign collaboration, dan sebagainya.

Perusahaan Joint Venture yang Ada di Indonesia

Photo: Instagram @axtonsalim

Contoh perusahaan joint venture yang ada di Indonesia yaitu PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia (NICI) yang didirikan pada tahun 2005. Perusahaan ini merupakan hasil perusahaan patungan antara PT Nestle Indonesia dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

NICI sendiri adalah perusahaan yang memproduksi bumbu masakan seperti beragam bumbu Indofood dan Maggi.

NICI sudah berjalan selama 13 tahun. Pada bulan September 2018, PT ICBP dan Nestle menyepakati untuk menyudahi usaha patungan mereka. PT ICBP pun mengakuisisi saham Nestle di NICI sejumlah 100.000 lembar, atau sebesar 50% dari keseluruhan saham. Dengan demikian, NICI tidak lagi menjadi perusahaan patungan, tetapi anak perusahaan ICBP yang memiliki saham sebesar 99,99%.

Alasan Joint Venture Didirikan

Pendirian joint venture tentunya dikarenakan adanya pertimbangan ataupun manfaat yang khusus. Alasan-alasan inilah yang menjadikan model usaha ini semakin diminati banyak orang. Untuk lebih lanjut, berikut penjelasan dari alasan pendirian joint venture.

·    Menjangkau pasar baru atau pasar yang lebih luas.

·    Menerima hasil dari penjualan bahan baku, royalti, penjualan hak merek, rahasia dagang, paten, dan desain industri.

·    Menekan biaya produksi dengan menanam investasi di negara berkembang, di mana upah buruh masih terbilang lebih rendah dari negara asal.

·    Lokasi yang strategis atau sangat terjangkau dari bahan baku utama yang dimiliki.

·    Terdapat status khusus dari sebuah negara tertentu dalam perdagangan internasional.

Ciri-Ciri Joint Venture dalam Penanaman Modal Asing

·    Aminuddin Ilmar menyebutkan, terdapat ciri-ciri khusus dari joint venture dalam penanaman modal asing. Ciri-ciri yang dimaksud yaitu:

·    Perusahaan baru maupun badan hukum baru yang dibentuk oleh perorangan atau badan hukum swasta asing dengan pihak modal nasional.

·    Kerja sama antara modal asing dengan modal nasional.

·    Modal joint venture terdiri dari know how dan modal saham yang disiapkan para pihak yang kekuasaannya, baik manajemen atau pengambilan keputusan, dijalankan sesuai dengan banyaknya saham.

·    Para pihak yang mendirikan perusahaan tetap mempunyai eksistensi dan kebebasan masing-masing.

Model Manajemen Joint Venture

Dipandang dari perspektif manajemen, sebagaimana yang dikatakan Maulana Hasanudin dalam penelitiannya, terdapat empat model yang pada umumnya diadaptasi perusahaan joint venture. Keempat model manajemen joint venture tersebut antara lain sebagai berikut.

Model independent role

Dalam model manajemen ini, pemegang saham masing-masing mempunyai penyertaan yang sama dalam manajemen. Hal itulah yang menyebabkan, adanya tanggung jawab terpisah untuk fungsi-fungsi manajemen tertentu.

Model shared management

Dalam model manajemen ini, urusan manajemen, meliputi tugas dan tanggung jawabnya dijalankan bersama terhadap masing-masing perusahaan induknya.

Model transplant

Dalam model manajemen ini, perusahaan induk mencangkokkan rumus-rumus bisnis dan praktik manajemen kepada perusahaan joint venture.

Model dominant parent

Dalam model manajemen ini, perusahaan saham mayoritas mempunyai peranan utama dalam menentukan gaya manajemen perusahaan (dominan). Gaya dari perusahaan dengan saham yang lebih rendah menjadi minoritas.

Demikianlah penjelasan tentang joint venture, contoh perusahaannya, serta ciri-ciri yang dapat dilihat. Semog artikel ini menambah wawasan Anda.

Baca artikel-artikel dan informasi menarik lainnya, pantau terus kabar terbaru dari ERA, Media Terpercaya dan Pilihan Anda.