Jenis-jenis Media Tanam Anggrek yang Direkomendasikan untuk Anda

ERA.id - Menentukan media tanam untuk tanaman anggrek memang menjadi proses yang cukup penting. Sebab media tanam menjadi salah satu faktor yang berperan besar dalam proses pertumbuhan tanaman hias dengan bunga yang unik ini.

Memilih media tanam anggrek dapat dikatakan gampang-gampang susah. Sebab, media tanam berkaitan erat dengan kelangsungan hidup, dan juga lamanya waktu berbunga. Seperti yang diketahui, anggrek banyak diminati karena bunganya yang indah dan menarik. Maka dari itu, jika kita keliru dalam memilih media tanam untuk anggrek, maka akan berpengaruh besar pada perkembangan bunganya.

Tanaman anggrek (Unsplash/Pawel Czerwinski)

Saat ini terdapat beberapa media tanam anggrek yang dijual di pasaran. Namun, jika Anda ingin melihat bunga anggrek di rumah tumbuh subur dan indah, beberapa media tanam untuk anggrek di bawah ini bisa Anda pertimbangkan secara matang. Simak penjelasannya di bawah ini.

Media tanam pakis

Pakis adalah media tanam yang paling populer dan banyak digunakan oleh kalangan pecinta anggrek. Dipilihnya media tanam pakis karena karakternya yang tidak mudah lapuk, mampu mengikat air dengan baik, serta memiliki kemampuan drainase yang baik.

Karena kelembapan pakis halus cukup tinggi, Anda dapat memilih media tanam pakis dengan potongan yang tidak terlalu halus, sehingga akar tidak akan mudah busuk.

Kekurangan dari media tanam dari pakis ini adalah kemunculan semut-semut dan binatang-binatang kecil lain yang menjadikannya sarang.

Ada tips yang bisa Anda lakukan sebelum menggunakan pakis sebagai media tanam, sebaiknya media tanam ini direndam dulu dengan pupuk NPK, ya. Cara ini bermanfaat untuk memperkaya unsur hara pada media tanam.

Media tanam pecahan batu

Salah satu media tanam yang cocok digunakan untuk anggrek adalah pecahan batu atau genteng. Idealnya, media tanam ini dipergunakan pada bagian alas pot (bacis pot).

Dengan media tanam pecahan batu dan genteng, Anda dapat menjaga kelembapan sekitar akar. Selain itu, asupan air dapat ditampung lebih lama. Selain itu, pecahan batu dan genteng tidak gampang lapuk, dan memiliki sistem drainase yang baik.

Namun, media tanam ini memiliki berisiko mudah ditumbuhi lumut, sehingga Anda harus sering-sering memeriksanya.

Media tanam moss kadaka

Media tanam ini merupakan tanaman sejenis paku-pakuan yang sekilas mirip rumput. Pada umumnya, moss kadaka tumbuh dan melekat pada pohon besar yang tumbuh di hutan.

Media tanam ini cocok untuk digunakan pada semua jenis anggrek, baik yang dibudidayakan secara epifit (menempel pohon), ataupun terestrial (di pot).

Dibandingkan media tanam lainnya, moss kadaka memiliki kelebihan dalam mengatur kelembapan. Karena itulah Anda tidak perlu khawatir akar anggrek Anda menjadi busuk.

Selain itu, jaringan tanaman kadaka yang sudah mengalami pelapukan juga berguna untuk menambah unsur hara pada tanaman.

Namun, dibandingkan media tanam lain, moss kadaka dijual dengan harga yang cukup mahal di pasaran.

Media tanam arang kayu

Media tanam anggrek lainnya yang sering digunakan adalah arang kayu. Arang banyak dipilih karena tidak gampang lapuk dan tidak mudah menjadi sarang bakteri.

Sebelum Anda gunakan arang kayu sebagai media tanam, sebaiknya Anda rendam terlebih dulu arang kayu dengan larutan pupuk NPK, agar unsur hara di dalamnya bertambah tinggi. Selain itu, untuk mencegah jamur, Anda juga dapat menambahkan larutan fungisida dalam air NPK.

Kelemahan penggunaan arang kayu sebagai media tanam yaitu harganya yang relatif lebih mahal, dan unsur hara yang terkandung di dalamnya tergolong sedikit.

Media tanam sabut kelapa

Dibandingkan dengan jenis media tanam lainnya, sabut kelapa diyakini sebagai media tanam terbaik. Sabut kelapa memiliki daya serap air yang sangat baik, dan mengandung berbagai unsur hara penting. Pada umumnya, sabut kelapa banyak dipilih untuk menanam anggrek secara epifit.

Namun, yang harus Anda perhatikan, sebaiknya pilih sabut kelapa dari jenis kelapa yang tua. Anda juga disarankan untuk merendamnya terlebih dahulu dengan fungisida sebelum digunakan.

Kekurangan media tanam dari media tanam sabut kelapa adalah mudah lapuk dan membusuk. Oleh karena itu, Anda harus menggantinya secara rutin. Sebab, jika tidak, akar anggrek akan rentan terkena penyakit.

Demikianlah ulasan tentang jenis-jenis media tanam anggrek yang dapat Anda pilih. Sudah punya bayangan media tanam yang cocok untuk tanaman anggrek Anda?

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…