Jenis-jenis Kebaya yang Tersebar di Nusantara, Mana Favoritmu?

ERA.id - Salah satu pakaian tradisional Indonesia yang sering kali digunakan adalah kebaya. Dalam berbagai acara maupun perayaan besar, kebaya selalu dijadikan atribut yang dikenakan oleh banyak perempuan. Sedangkan dari sejarahnya, kebaya adalah salah satu produk akulturasi budaya yang juga tersebar ke berbagai wilayah, tidak hanya ada di satu wilayah saja. Dengan demikian, kita dapat menemukan jenis-jenis kebaya yang ada di Indonesia dengan ciri khasnya tersendiri.

Jenis-jenis Kebaya di Indonesia

Kira-kira, apa saja jenis-jenis kebaya yang ada di Indonesia? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kebaya Encim

Ilustrasi kebaya encim (Foto: Pixabay)

Tipe kebaya jenis ini berasal dari Betawi, yang mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Tionghoa dan Melayu. Dari penamaan saja, ‘encim’ sendiri memiliki arti ‘bibi’ dalam bahasa Hokkien. Pada zaman dahulu, jenis kebaya ini memang banyak digunakan oleh para perempuan etnis Tionghoa.

Walaupun demikian, dalam versi sejarah lain juga diceritakan bahwa perempuan Portugis dan Belanda sudah menggunakan pakaian ini untuk mengganti gaun yang terlalu panas jika digunakan di Indonesia.

Pada umumnya, bahan yang digunakan dari kebaya encim berasal dari katun. Walaupun ada juga yang menggunakan bahan lain seperti katun hingga nilon. Kebaya ini sangat identik dengan warna cerah serta terdiri dari motif bunga pada bagian ujung lengan dan bawah baju.

Kebaya Sunda

Ilustrasi Kebaya Sunda (Foto: Istimewa)

Kebaya Sunda secara sekilas memang memiliki tampilan yang serupa dengan kebaya Jawa. Namun, perbedaannya dapat terlihat pada bagian ujung tangan yang dibuat sedikit agak melebar.

Perbedaan lainnya terletak pada bagian kerahnya yang banyak menggunakan bentuk layaknya segi lima. Selanjutnya, ada pula kebaya yang berbentuk V-neck.

Warna yang digunakan dalam penggunaan kebaya Sunda juga mirip dengan Bali, yatu warna-warna yang terang. Para perempuan Sunda kerap memadukan kebaya ini dengan kain jarik.

Kebaya Jawa

Bagi setiap orang yang hidup di pulau Jawa, tentunya kebaya jenis ini sangat sering ditemui. Ciri utama dari kebaya jenis ini adalah memiliki bahan yang tembus pandang, sehingga seseorang yang memakainya harus menggunakan tambahan kemben.

Biasanya, kain yang digunakan berasal dari bahan brokat. Payet juga sering dijadikan ornamen pendukung yang membuat kebaya ini semakin terlihat anggun. Kerahnya juga berbentuk layaknya huruf ‘V’ atau vertikal.

Pada masa dahulu, kebaya ini banyak dikenakan oleh orang-orang kerajaan atau bangsawan. Kebaya ini pun perlahan-lahan digunakan oleh berbagai kalangan.

Dalam perkembangannya sendiri, kebaya Jawa juga mulai berkembang dalam bentuk varian lain. Misalnya kebaya kutubaru yang mempunyai tambahan kain pada bagian depan tubuh antara sisi kiri dan kanan kebaya, serta model Kartini yang sering digunakan oleh R. A. Kartini.

Kebaya Bali

Ilustrasi Kebaya Bali (Foto: Pinterest)

Jenis yang ketiga adalah kebaya yang berasal dari Bali. Pada umumnya, kebaya jenis ini dipadukan dengan selendang di pinggang.

Adapun untuk tampilannya banyak yang memilih kain-kain berwarna cerah. Contohnya oranye, merah muda, kuning, biru, hingga ungu. Hal ini dimaknai atau lambang dari sifat ceria perempuan Bali.

Pada umumnya, bahan kebaya Bali kurang lebih seperti halnya kebaya Jawa, yaitu brokat. Walaupun ada pula yang menggunakan bahan katun. Jenis kebaya ini juga terdiri dari beberapa jenis motif, seperti motif teratai dan motif bulat.

Kebaya Labuh

Kebaya Labuh berasal dari Kepulauan Riau, merupakan salah satu kebaya yang membuat siapa pun yang menggunakannya terlihat elegan. Baju ini dapat dikatakan mirip dengan baju kurung khas Melayu.

Namun, bagian bawah kebaya ini terkesan lebih lebar dan terbuka. Hal tersebut seakan menjadikan kebaya ini menampilkan siluet tubuh yang indah kepada penggunanya.

Kebaya Madura

Kebaya jenis ini mempunyai sebutan lain, yaitu kebaya rancong, kebaya dari Madura juga memiliki bentuk yang serupa dengan kebaya Jawa. Namun, pada bagian bawah depannya memang dibuat seperti menyerong. Warna yang dipilih juga didominasi oleh warna-warna cerah. Penggunaan kebaya ini juga sering dipadukan dengan odhet.

Demikianlah beberapa jenis kebaya yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, kebaya juga menjadi semakin berkembang dengan model-model terbaru yang tetap mempertahankan unsur tradisionalnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…