Penyebab Pendarahan Otak yang Harus Anda Waspadai

ERA.id - Pendarahan otak merupakan persoalan medis darurat yang harus segera ditangani. Hal ini terjadi ketika arteri di otak pecah dan mengakibatkan pendarahan di jaringan sekitarnya. Darah yang terkumpul selanjutnya membentuk massa atau menggumpal dan memberi tekanan pada otak. Kondisi ini disebut sebagai epidural hematoma. Hematoma berpotensi menghambat aliran darah dan membuat mati sel-sel otak. Lantas apa penyebab pendarahan otak?

Pendarahan otak dapat terjadi pada bagian otak mana pun, seperti di dalam otak, di antara otak dan selaput yang menutupinya, atau antara tengkorak dan selaput otak. Simak faktor penyebab pendarahan otak di bawah ini.

Faktor Penyebab Pendarahan Otak

Trauma kepala kerap menjadi penyebab terjadinya pendarahan otak. Meskipun demikian, ada berbagai kondisi medis yang juga berpotensi mengakibatkan pendarahan otak.

Ilustrasi (Cottonbro/Pexels)

Berikut berbagai faktor penyebab pendarahan otak yang harus Anda waspadai:

  • Malformasi arteriovenosa. Anda mungkin asing dengan istilah yang satu ini. Malformasi arteriovenosa adalah kelainan pembuluh darah yang hadir saat lahir. Kondisi ini terjadi ketika arteri dan vena terhubung secara langsung tanpa melalui pembuluh kapiler. Kelainan ini berisiko mengakibatkan sejumlah gangguan pada sistem peredaran darah, termasuk pendarahan otak.
  • Angiopati amiloid. Kondisi ini juga termasuk kelainan pada dinding pembuluh darah. Namun, umumnya angiopati berkembang seiring pertambahan usia dan tekanan darah tinggi. 
  • Trauma kepala. Cedera kepala merupakan penyebab paling umum pendarahan di otak. Kondisi ini paling berisiko di alami oleh lansia di atas 50 tahun. Sebab, keseimbangan tubuh mengalami penurunan seiring pertambahan usia seseorang.
  • Tekanan darah tinggi. Seseorang yang mengidap tekanan darah tinggi juga berisiko mengalami pendarahan otak. Tekanan darah yang tinggi dapat melemahkan dinding pembuluh darah (aneurisma) otak sehingga berisiko pecah.
  • Gangguan darah. Hemofilia dan anemia sel sabit merupakan gangguan darah yang menyebabkan penurunan kadar trombosit dan pembekuan darah atau pengenceran darah. Keduanya sama-sama berisiko menyebabkan pendarahan di dalam otak.
  • Aterosklerosis. Penumpukan plak yang terjadi di dalam pembuluh darah (aterosklerosis) dapat membuat aliran darah terhambat. Aliran darah yang terhambat ini selanjutnya berisiko pecah dan mengakibatkan pendarahan.
  • Penyakit hati. Penyakit hati juga berpotensi meningkatkan risiko pendarahan. Mengapa? Selain menyaring racun, hati juga membantu proses penggumpalan darah. Ketika ada masalah dalam hati, maka proses penggumpalan darah dapat terganggu sehingga seseorang berisiko mengalami pendarahan.
  • Tumor otak. Ukuran tumor yang semakin membesar dapat memberi tekanan di jaringan-jaringan otak. Pada akhirnya, tumor beiriko menyebabkan pendarahan di dalam otak karena adanya tekanan.

Apa Saja Tanda-Tanda Pendarahan Otak?

Gejala pendarahan otak dapat bermacam-macam, tergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan pendarahan, dan jumlah jaringan yang terkena. Perkembangan gejala cenderung terjadi secara tiba-tiba sehingga berisiko cepat memburuk. Oleh karena itu, supaya bisa segera menerima perawatan yang tepat, penting untuk memahami tanda-tanda pendarahan otak. Gejala pendarahan otak diantaranya:

  • Kewaspadaan berkurang;
  • Kelesuan;
  • Sakit kepala parah yang muncul  tiba-tiba;
  • Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya;
  • Kesemutan atau mati rasa;
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan;
  • Kelemahan pada lengan atau kaki;
  • Mual atau muntah;
  • Perubahan penglihatan;

Demikianlah penyebab pendarahan otak yang harus kita ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…