Berbagai Syarat Donor ASI yang Harus Dipenuhi Calon Pendonor

ERA.id - Beberapa ibu tidak dapat memberikan air susu ibu (ASI) kepada buah hatinya dengan baik. Hal tersebut bisa diatasi dengan adanya donor ASI. Namun, syarat donor ASI perlu dipenuhi oleh pendonor agar hasil yang diperoleh baik.

Beberapa jenis penyakit bisa ditularkan melalui ASI. Oleh sebab itu, sistem donor ASI perlu ditunjang informasi, konseling, dan keterampilan memberikan bantuan praktis. Perempuan yang ini menjadi pendonor ASI perlu melalui beberapa tahap penapisan. Dikutip Era.id dari situs resmi IDAI, berikut ini adalah informasinya.

Ilustrasi bayi minum ASI di botol (pexels)

Syarat Donor ASI yang Perlu Dipenuhi Pendonor

1.    Penapisan I

·         Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan

·         Sehat dan tidak memiliki kontra indikasi menyusui

·         Produksi ASI telah memenuhi kebutuhan bayinya sendiri dan memutuskan mendonasikan ASI atas dasar produksi ASI yang berlebih

·         Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir

·         Tidak mengonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi. Obat/suplemen herbal harus dinilai kompatibilitasnya terhadap ASI

·         Tidak memiliki riwayat penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2

·         Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah), menggunakan obat ilegal, perokok, atau minum minuman beralkohol

2.    Penapisan II

·         Menjalani skrining: meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (jika ASI akan diberikan pada bayi prematur)

·         Jika ada keraguan terhadap status pendonor, tes bisa dilakukan setiap 3 bulan

·         Setelah tahapan penapisan, ASI harus diyakini bebas dari bakteri atau virus melalui proses pasteurisasi atau pemanasan

Mutu dan Keamanan ASI

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait mutu dan keamanan ASI yang akan diberikan. Hal tersebut meliputi kebersihan, cara penyimpanan, pemberian, dan pemerahan ASI.

·         Calon pendonor mesti mendapatkan pelatihan mengenai kebersihan, cara memerah ASI, dan cara menyimpan ASI.

·         Tangan harus dicuci dengan air mengalur dan sabun, kemudian dikeringkan dengan handuk bersih sebelum memerah ASI.

·         Proses pemerahan ASI dilakukan di tempat bersih. Jika pemerahan dilakukan dengan pompa, gunakan bagian yang mudah dibersihkan. Pompa ASI tipe balon karet berisiko terkontaminasi.

ASI yang telah diperah harus disimpan di tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi gelas, atau plastik standar (perhatikan tata cara penyimpanan ASI).