Mau Donor Darah? Ketahui Dulu Syarat dan Ketentuannya di Sini

ERA.id - Donor darah menjadi kegiatan kemanusiaan yang bermanfaat besar. Seseorang menyumbangkan darah melalui badan atau instansi tertentu, misalnya Palang Merah Indonesia (PMI).

Darah yang didonorkan bisa digunakan oleh orang banyak orang, misalnya pasien yang akan atau baru saja menjalani operasi, pasien yang menjalani perawatan kanker, korban kecelakaan, dan sebagainya. Pendonoran darah adalah tindakan terpuji, tetapi calon pendonor harus memenuhi syarat sebelum donor darah.

Tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Beberapa kondisi tidak memungkinan calon pendonor melakukan donor darah.

Perlu diketahui bahwa darah pendonor akan diambil sebanyak 450—500 ml (sekitar 8—10% total darah dalam tubuh) dalam sekali pengambilan darah. Pengambilan darah menyebabkan efek samping bagi beberapa orang, seperti pusing, anemia, atau mual. Donor darah adalah prosedur yang aman, tetapi masing-masing calon pendonor harus tahu syarat dan persiapan sebelum melakukan pendonoran.

Ilustrasi proses pendonoran darah (pexels)

Syarat Sebelum Donor Darah

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendonor darah. Dikutip dari situs resmi PMI, berikut adalah rinciannya.

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Usia 17 hingga 60 tahun (hingga 65 tahun bagi pendonor darah yang telah rutin mendonorkan darahnya sampai akhirnya berhenti atas pertimbangan dokter).
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Tekanan darah normal (Sistole 100—180 dan Diastole 70—100).
  • Kadar hemoglobin 12,5—17,0 gr/dL%.
  • Demi keamanan dan keselamatan pendonor sesuai dengan Permenkes 91 Tahun 2015, interval waktu sejak donor darah terkahir minimal 2 bulan.

Jika Anda telah memenuhi syarat untuk mendonorkan darah, beberapa hal perlu dilakukan sebagai persiapan sebelum mendonorkan darah. Anda perlu tidur nyenyak pada malam sebelum mendonorkan darah. Anda juga harus sarapan atau makan siang sebelum mendonorkan darah.

Hal lain yang perlu dilakukan sebelum mendonorkan darah adalah memperbanyak asupan minuman, seperti jus dan susu. Saat melangsungkan proses pendonoran, Anda harus rileks. Setelah proses selesai dilakukan, Anda perlu banyak minum. Anda bisa melakukan aktivitas lagi setelah mendonorkan darah, tetapi bukan aktivitas fisik berat.

Penundaan dan Larangan Donor Darah

Ada beberapa hal yang mengharuskan Anda untuk menunda pendonoran darah. Berikut adalah rinciannya.

  • Sedang demam atau influenza. Anda perlu menunggu 1 minggu setelah sembuh.
  • Setelah cabut gigi, tunggu 5 hari setelah sembuh.
  • Setelah menjalani operasi kecil, tunggu 6 bulan setelah operasi kecil.
  • Setelah menjalani operasi besar, tunggu 1 tahun setelah operasi besar.
  • Setelah menjalani transfusi, tunggu 1 tahun.
  • Setelah menjalani penatoan, penindikan, tusuk jarum, dan transplantasi, tunggu 1 tahun.
  • Punya kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 1 tahun.
  • Hamil.
  • Sedang Menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
  • Sakit malaria, tunggu 3 tahun setalah gejala malaria hilang.
  • Setelah berkunjung di wilayah endemis malaria, tunggu 1 tahun.
  • Tinggal di wilayah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
  • Sedang sakit tifus, tunggu 6 bulan setelah sembuh.
  • Setelah vaksinasi, tunggu 8 minggu.
  • Punya gejala alergi, tunggu 1 minggu setalah sembuh.
  • Terdapat infeksi kulit pada daerah kulit yang akan ditusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh.

Selain ada beberapa hal yang mengharuskan seseorang menunda pendonoran darah, ada pula kondisi yang membuat seseorang tidak boleh mendonorkan darah. Berikut ini adalah rinciannya.

  • Punya penyakit jantung dan paru-paru.
  • Menderita penyakit kanker.
  • Menderita hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Menderita diabetes militus (kencing manis).
  • Punya kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
  • Menderita epilepsi dan kerap mengalami kejang.
  • Menderita atau pernah menderita hepatitis B atau C.
  • Mengidap sifilis.
  • Kecanduan narkoba.
  • Kecanduan minuman beralkohol.
  • Mengidap atau berisiko tinggi HIV/AIDS.
  • Saran dari dokter agar tidak menyumbangkan darah dengan alasan kesehatan.

Itulah berbagai persiapan dan syarat sebelum mendonorkan darah. Untuk mendapatkan informasi menarik yang lain, ikuti terus Era.id.